Berita › Berita Daerah


Politeknik Negeri Padang Gelar Aksi Bersih Pantai

Kota Padang | Sabtu, 22/12/2018 22:39 WIB | Luthfi (Mg)

Suara kampus.com- Guna menjaga kebersihan alam dan lingkungan sekitar, Mahasiswa Politeknik Negeri Padang gelar Aksi membersihkan Pantai Muaro Lasak Padang. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu Pagi (22/12) pukul 08.00 WIB.


+ berita selengkapnya

 

Perkenalkan IMMove 2018, Maarif Institute Gelar Kopdar Bersama Milenial Pekanbaru

Pekanbaru | Senin, 17/12/2018 20:48 WIB | Iko Juhansyah

Suarakampus.com- Pasca suksesnya perhelatan Indonesia Millennial Movement (IMMove) 2018 yang digelar di Jakarta pada 09 hingga 13 November lalu, Maarif Institute kembali adakan kegiatan lanjutan bertajuk Kopi Darat (Kopdar) Generasi Milenial yang akan berlangsung di beberapa kota yang ada di Indonesia. Kali ini, Pekanbaru menjadi kota pertama berlangsungnya Kopdar.


+ berita selengkapnya

 

Wakil Gubernur Sumatera Barat Hadiri Turnamen Futsal IMPPS Cup 02

Kab. Pesisir Selatan | Minggu, 16/12/2018 21:04 WIB | M. Kamil Alhakimi dan Nailul Husna (Mg)

Suarakampus.com – Dalam rangka menjalin silaturahim, Ikatan Mahasiswa Pemuda Pesisir Selatan (IMPPS) adakan acara Turnamen Futsal Cup 02 yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat  Nasrul Abit.  Kegiatan diadakan di Radja futsal Bandes, Minggu (16/12)


+ berita selengkapnya

 

Persiapan Siswa Sambut Hari Jadi SMP PGRI 1 Padang Ke-40

Kota Padang | Sabtu, 15/12/2018 17:10 WIB | Lisa Septri (Mg), Ade izma (Mg)

Suarakampus.com-Sekolah Menengah Pertama (SMPPGRI 1 Padang mempersiapkan penampilan randai, tari pasambahan dan persiapan lomba tahfiz Al-quran. Acara ini akan ditampilkan  pada rangkaian ulang tahun ke-40 pada 16 Desember 2018 mendatang, yang bertempat di Aula Mansur UIN IB Padang, Sabtu (15/12).


+ berita selengkapnya

 

Jangan Cepat Percaya pada Satu Media

Luhak UMSB Bukittinggi gelar diskusi bersama Abdullah Khusairi

Kota Bukittinggi | Kamis, 13/12/2018 00:02 WIB | Nuafal Ash shidiq

 

Jangan Cepat Percaya pada Satu Media! 

 

Naufal Asshidiq - Bukittinggi 
Suarakampus.com - Jangan langsung percaya pada satu media massa. Kini 
publik harus kritis. Memeriksa, memverifikasi setiap berita-berita 
yang ingin dikonsumsi. Percaya satu media massa berarti akan siap 
mendapat framing dari media massa tersebut. 
Demikian dikatakan Pegiat Literasi Media, Abdullah Khusairi ketika 
menjadi narasumber Diskusi Mingguan Lembaga Kajian Hukum dan Korupsi 
(Luhak) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)  
Kampus Bukittinggi, Rabu (12/12). 
Abdullah Khusairi menyajikan beberapa data penting tentang kondisi 
media massa dan korelasi dengan keberadaan media sosial. Diskusi 
dengan tema "Cerdas Bermedia Massa: Daulat Rakyat vs Kuasa Media" 
tersebut diikuti para akademisi, aktivis dan mahasiswa. 
"Dipandang dari segi kepemilikan, kecenderungan pemberitaan politik 
dan kepentingan kekuasaan, media massa hari ini juga tak ubah dengan 
terbelahnya publik dalam polarisasi politik," ujar kandidat doktor 
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini. 
Menurutnya, hoak dan fake news yang bersileweran di media sosial 
adalah dampak dari rendahnya literasi media di era informasi. "Ada 
kesenjangan antara kemajuan teknologi yang kian murah didapatkan 
dengan kesiapan orang dalam memilikinya. Kadang-kadang fake news 
diproduksi sekadar untuk lucu-lucuan tetapi bisa dianggap benar bagi 
pihak yang menerima," ujar bekas pengurus Aliansi Jurnalis Independen 
(AJI) Padang ini. 
Sementara hoak berkembang karena aktivitas jurnalisme lamban 
mengantisipasi. Junalisme kini memasuki kisah suram di tengah deru dan 
riuh media sosial. "Selain eksekutif, legislatif, yudikatif, di media 
sosial publik juga mulai menggerus kepercayaan mereka terhadap media 
massa," kata Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol 
Padang ini. 
Mantan jurnalis Padang Ekspres, Padang TV, Posmetro Padang, Padang-
Today.com ini mengunci pendapatnya, kedaulatan rakyat yang diberikan 
kepada lembaga media massa akan terus mengalami pasang surut seiring 
dengan pola lembaga media massa. Sedangkan media sosial adalah wahana 
baru yang bisa dimanfaatkan sebagai kedaulatan baru jika dikelola 
dengan seksama. 
Direktur Luhak, Dr. Wendra Yunaldi, MH, yang memoderatori diskusi 
mingguan ini menyatakan, keterkaitan dengan mahasiswa hukum, anggota 
Luhak, Fakultas Hukum, terhadap kecerdasan bermedia ini sangat banyak. 
Salah satunya upaya pencerdasan hukum (literasi hukum) terhadap 
masyarakat agar jangan terjebak dalam kasus hukum karena gagap 
bermedia sosial, bermedia massa dengan gadget atau smartphone. 
"Sudah banyak bukti yang terkena UU ITE. Ini kerja akademik dan 
pengabdian bagi kita semua di Luhak. Selain itu tentu saja, membaca 
celah dan kesempatan atas perkembangan teknologi informasi untuk 
diberdayakan. Termasuk juga, pemahaman baru tentang kedaulatan rakyat 
hari ini yang ditumpangkan ke media massa,"ungkap jebolan hukum UI dan 
Unisula ini.
Salah seorang peserta diskusi, Taufik mengatakan, agenda literasi 
media harusnya menjadi bahan kampanye yang dilakukan secara masif. 
"Saya pribadi tidak begitu mengetahui secara mendalam tentang media 
jadi acara seperti ini menarik sekali," tutur anggota komunitas 
pengamen di Kota Bukittinggi itu. (sdq)

Suarakampus.com - Jangan langsung percaya pada satu media massa. Kini publik harus kritis. Memeriksa, memverifikasi setiap berita-berita yang ingin dikonsumsi. Percaya satu media massa berarti akan siap mendapat framing dari media massa tersebut. 


+ berita selengkapnya

 

+ Arsip Berita