Berita Salingka Kampus


Ratusan Mahasiswa IAIN Nobar

Salingka Kampus | Kamis, 30/12/2010 11:27 WIB | Rara Handayani

Semangat ratusan mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang mendukung Tim Nasional (Tim Nas) Indonesia riuh terdengar ketika nonton bareng di Lapangan Parkir, Rabu (29/12/2010), menyaksikan pertandingan Indonesia Vs Malaysia.

 

“Acara ini menunjukkan dukungan pada Tim Garuda. Ini juga untuk membakar semangat nasionalisme kita,” ujar David Alexander, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah kepada Suara Kampus ketika mempersiapkan peralatan nonton bareng dengan para panitia, jelang dua jam pertandingan final.

 

“Selain itu menumbuhkan semangat solidaritas dan jiwa sportivitas mahasiswa,” lanjutnya.

 

Kegiatan itu juga didukung oleh UKM Musik yang menyediakan sound system, UKM KOPMA yang menyiapkan makanan dan UKM Olahraga yang menjadi komentator bola. Senat Mahasiswa, UKM, DEMA dan HMJ pun turut hadir.

 

Dina Hidayana, Mahasiswa  Semester I Jurusan Perbandingan Agama (PA) yang mengikuti nonton bareng tanpa ragu mendukung Tim Nas.

 

Ia lebih memilih nonton bareng dari pada nonton TV di kos dengan alasan rame dengan kawan-kawannya. “Nonton bareng seru…yaa..ini pertandingan akhir, mau mensupport Tim Nas.”

 

Meski Tim Nas menang dengan skor 2-1, tetapi tim kebanggan Indonesia tak juara dalam piala AFF 2010 ini.  Namun ia tetap bangga, karena Indonesia sportif dalam pertandingan ini. “Na..bangga dengan indonesia karena sangat sportif,” ucapnya.

 

Drs. Ali Umar Ganti, M.Ag, Pembantu Dekan III Fakultas Syariah tak mau kalah dengan semangat mahasiswa. “Acara seperti ini memang perlu, tapi selain perencanaan, pelaksanaan juga harus ada pengawasan dan kontrol yang jelas,” ujarnya.

 

Ketika ditanyai pendapatnya tentang perang supporter di dunia maya mantan atlet volley di SMA tingkat Kabupaten ini tersenyum dan tak banyak komertar. “Perang supporter di dunia maya itu sah-sah saja, asal…punya mental yang jelas,” ujarnya.

 

Lanjutnya, dinamika mahasiswa kedepannya harus dikelompokkan oleh pemimpin, tak boleh dibatasi. “Dana, sarana, dukungan dan pengawasan harus diperhaikan,” tutupnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Suarakampus