Berita Nasional


200 Mahasiswa Minang di Mesir Aman

Nasional | Selasa, 01/02/2011 18:34 WIB | Arya Ghuna Saputra

Mesir-Konflik yang berlangsung di Mesir tidak berdampak terhadap mahasiswa asal minang yang sedang menuntut ilmu di negara yang dikenal dengan Piramid Giza. Namun, tetap mengakibatkan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mesir berada dalam status waspada.  

 

“Mahasiswa dari Indonesia khususnya dari Sumatera Barat sampai saat ini masih aman terlebih lagi adanya himbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Mesir agar para mahasiswa yang berasal dari Indonesia tidak terlibat dalam kerumunan masa dalam konflik tersebut,” ungkap Dr. Eka Putra Wirman M.A selaku Ketua Alumni Mahasiswa Timur Tengah Sumatera Barat.

 

Eka Putra Wirman prihatin dengan keadaan yang melanda Mesir. “Saya ikut prihatin atas insiden itu, permasalahan Mesir pada saat ini akan berimbas ke berbagai Negara-Negara lain yang ada di Timur Tengah, karena Mesir merupakan negara yang paling berpengaruh di Timur Tengah baik dalam hal pendidikan, politik, ekonomi dan lain sabagainya,” katanya ketika diwawancarai wartawan Suara Kampus via telepon Senin (31/01/11).

 

Ketua Alumni Mahasiswa Timur Tengah itu menjelaskan, di Mesir, jumlah mahasiswa yang berasal dari Sumatera Barat 200 orang, terdiri dari mahasiswa S1 dan S2.

 

“Upaya yang telah kami lakukan yakni mengumpulkan informasi-informasi terbaru, mensosialisasikan informasi tersebut kepada mahasiswa di sana dan meminta agar para mahasiswa tidak terlibat dalam konflik tersebut” terangnya. Ia berharap konflik ini bisa secepatnya reda.

 

Lebih lanjut soal kebutuhan pokok bagi WNI di Mesir, Marty memastikan tidak ada masalah yang serius. Meski kondisi di sana sudah mulai terjadi penjarahan. "Tentu KBRI akan berupaya memberikan bahan esensif ke semua titik. Tapi proses pembagiannya ini juga sangat rawan, kalau kita di tengah situasi seperti itu di tempat terbuka," tegasnya.

Menlu menambahkan bahwa WNI di Mesir bukan sebagai target ketidaknyamanan di Mesir. Namun ia menegaskan, yang menjadi kekhawatiran adalah dampak dari ketidakstabilan tersebut. Dimintai tanggapannya soal situasi politik di Mesir, Marty menyatakan rasa keprihatinanya sebagai negara sahabat yang sudah cukup lama menjalin kerjasama. Marty berharap masalah yang sedang dihadapi di Mesir dapat diselesaikan dengan damai.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Banner Lima