Berita Salingka Kampus


Pers Harus Mampu Mengelola Informasi Kebencanaan

Salingka Kampus | Sabtu, 12/03/2011 23:27 WIB | Arjuna, Nesti, Hanifah, Sri Handini, Septia

Suara Kampus-- Isu kebencanaan yang beberapa waktu belakangan hangat dibicarakan menjadi suatu persoalan yang menarik untuk dibicarakan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus Institut Agama Islam Negeri (iain) Padang mengundang seluruh LPM se-Sumbar dalam kegiatan Loka Karya dengan tema " Pengelolaan Informasi Untuk Penanggulangan Bencana di Sumatera Barat ", Sabtu (12/3/2011).

 

Acara Loka Karya itu dihadiri 25 orang utusan dari pers mahasiswa se-Sumbar yaitu dari STAIN Bukittinggi, STAIN Batu Sangkar, Unand, UNP, STKIP, UPI, Bung Hatta dan IAIN IB Padang.

 

“Dalam loka karya ini kami menghadirkan pemateri dari Yayasan Air Putih Jakarta, Hendra Makmur (Ketua AJI Padang), Lumbung Derma,  dan Abdullah Khusairi (Dosen Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN IB Padang),” ujar Arya Guna Saputra, Pimpinan Umum Suara Kampus ketika sibuk menyambut para tamu LPM luar.

 

Seluruh peserta yang duduk secara letter u menghadap pemateri tampak antusias mengikuti materi. Khalid, salah seorang pemateri dari Lumbung Derma yang dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Menurutnya, Sumbar secara umum berpotensi bencana alam dimana daerah ini berada di atas cincin api yang dihinggapi oleh gunung berapi yang masih aktif.

 

“Hanya ada beberapa kabupaten kota di Sumbar yang tidak berpotensi Tsunami, seperti Payakumbuah, Sijunjuang, Tanah Datar dan Dharmasraya,” ujarnya sambil menunjukkan peta daerah zona merah bencana yang ada di Sumbar.  

 

“Namun, tidak mutlak daerah itu bebas dari ancaman bencana. Terhindar dari gempa dan tsunami. Daerah tersebut berpotensi bencana seperti angin topan, puting beliung dan bencana lainnya," sambung Khalid.

 

Setelah Lumbung Derma mengupas persoalan zona merah bencana di Sumbar. Pada sesi berikutnya, pukul 13.30 WIB Media Center mengajak para peserta mempertanyakan persoalan pengolaan informasi untuk penanggulangan bencana. Pada kesempatan itu Media Center menceritakan pengalamannya selama menjadi relawan bencana.

 

“Kita harapkan, kawan-kawan dari Media Center bisa membagi pengalamannya selama bagaimana berperan aktif menyebarkan informasi dari daerah bencana meskipun terkadang putus jaringan informasinya,” ujar Ababil Gufron, Ketua Panitia acara yang dilaksanakan selama dua hari hingga 13 Maret 2011.

 

Pukul 16.00 WIB, Abdullah Khusairi, Dosen Jurnalistik F-Dakwah menyampaikan materi pokok menjadi seorang jurnalis yang menjadikan tulisannya ada roh sehingga memiliki pesan yang kuat. “Tidak ada kata-kata belaka,” terangnya hingga acara diakhiri moderator sambil mengucap salam penutup. Kemudian para peserta kembali ke penginapan yang disediakan panitia dan mempersiapkan diri untuk acara selanjutnya esok hari.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



Suarakampus