Berita Kota Padang


Deklarasi Lubuk Lintah Bentuk ASPEM

Kongres I Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat (ASPEM Sumbar), 26 Maret 2011

Kota Padang | Sabtu, 26/03/2011 11.00 WIB | Rara Handayani

Suara Kampus- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Sumbar mengadakan kongres Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat (ASPEM SUMBAR), Sabtu 26 Maret 2011 di Aula Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. Kongres ini dinamai ‘Deklarasi Lubuk Lintah’ karena bertempat di Lubuk Lintah.

 

 “Kita cermati agenda kongres kita hari ini, jika ada yang tidak paham dari yang saya bacakan, silahkan peserta penuh tanyakan,” ujar Arya Ghuna Saputra, Pimpinan Sidang Pengantar, lantang dihadapan seluruh peserta penuh dan peserta peninjau.

 

“Baik, semuanya sepakat dengan agenda yang tertulis,” Arya memukul palu satu kali meresmikan kesepakatan siang itu.

 

Kongres ini membahas; AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga), menetapkan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) ASPEM Sumbar, pemilihan Ketua ASPEM Sumbar periode 2011-2013.

 

Sebelum Pleno, dibentuk Pimpinan Sidang Tetap atas musyawarah para peserta penuh dan peserta peninjau. Pimpinan  Sidang Pengantar langsung memandu prosesi pemilihan itu, dan menghasilkan kesepakatan 3 orang nama sebagai pimpinan sidang tetap. Ketiga orang itu adalah; Kaila Safarina, Spd.i (Presidium Sidang I), Doni April (Presidium Sidang II), Bayu Haryanto (Presidium Sidang III). Ketiga orang ini sejak pukul 13-20 resmi memadu kongres hingga selesai (sesuai Tartib).

 

“Sidang selanjutnya, saya serahkan pada Pimpinan Sidang Tetap. Mohon kepada nama-nama terpilih maju dan menempati tempat yang disediakan,” Pimpinan Sidang Pengantar menyerahkan agenda berikutnya pada Pimpinan Sidang Tetap setelah ditunjuk peserta kongres.

 

Pimpinan Sidang Tetap melanjutkan Pleno pada pukul 14.30 Wib setelah Ishoma (istirahat-sholat-makan). Pada sesi itu, dibahas AD/ART. Pukul 17.03, AD/ART dibakukan secara resmi dengan ketukan satu kali palu pimpinan sidang. Seluruh peserta sidang tetap bersemangat menyuarakan kata sepakat meski sore itu lampu ruangan padam juga disertai badai yang menghimpit volume suara pimpinan sidang, Kaila Sovarina. Untungnya, badai itu segera reda dan suasana kembali kondusif.

 

Pukul 17.05, dibahas Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) secara rinci. Ini menggambarkan mekanisme kerja, tugas, dan wewenang pengurus ASPEM Sumbar. Dalam menjalankan GBHK, pengurus ASPEM diawasi oleh suatu badan yang berfungsi memeriksa, memberi saran dan rekomendasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Badan ini adalah Badan Pengawas Keuangan (BPK). Oleh sebab itu, sebelum pengurus dibentuk, mesti dibentuk dulu BPKnya. Maka, peserta sidang pun mengajukan calon yang mereka yakini kompeten dan layak menduduki kursi BPK.

 

Kemudian, ada tiga calon yang muncul dari peserta yang mengusulkan; Debi Virnando (LPM Suara Kampus), Ria Riska Sari (LPM Al-It’sqan). Balon (bakal calon) masih belum diputuskan karena Kongres dihentikan sejenak hingga pukul 19.15 untuk shalat magrib menghadap tuhan.

 

”Pleno kita lanjukan usai shalat magrib,” ujar Kaila Sovarina, Pimpinan Sidang yang ketika itu memandu kongres.

 

Setelah semua peserta kongres memasuki Aula usai shalat magrib, balon BPK kembali dibicarakan. Tapi, suasana forum yang bersitegang membuat pimpinan sidang harus pending dulu pembahasan BPK. ”Baik, untuk BPK kita cut dulu, nanti di paste lagi dan dibahas setelah terpilih Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal,” ujar Pimpina Sidang menengahi perdebatan saat itu agar waktu lebih efisien.  

 

Balon Ketua Umum ASPEM selanjutnya di plor kan kepada forum. Mereka adalah; Hendra (LPM Suara Kampus), Kaila Sovarina (LPM Al-It’sqan), Heri Faisal (SKK Ganto), Ariya Ghuna Saputra (LPM Suara Kampus), Andry El Faruqi (LPM Suara Kampus), Debi Virnando (LPM Suara Kampus) dan Ridho Iponi Nugraha.  

 

“Karena saya juga salah satu balon, maka pimpinan sidang saya alihkan ke pimpinan sidang III,”  Kaila memindahkan wewenang kepada Rido, disebelahnya. Rido kemudian resmi mengambil alih dan menanyakan kesediaan semua balon.  

 

“Jawaban saya, saya serahkan pada kawan2 semuanya,” ujar hendra, balon no.1 ketika dimintai kesanggupannya sebagai calon.

 

 “Saya, tidak bisa mengabulkan permintaan kawan2, karena ‘PR’ saya masih banyak terutama di Suara Kampus, “ ujar Arya Ghuna Saputra.

 

Tak hanya Arya, balon yang lain pun semuanya tidak menyanggupi menjadi ketua ASPEM. Ini sungguh hal yang mencengangkan semua peserta sidang. Namun, ketika diminta di peka kembali untuk mencalonkan diri kembali bagi yang mundur atau calon baru, tak ada yang memberi penerangan.

 

“Dari balon yang mundur hanya satu yang bersedia, Hendra…maka pimpinan sidang memfinalkan keputusan pada Hendra sebagai Ketua Asosiasi Pers Mahasiswa Sumbar,” ketukan palu satu kali membuat tutas tugas pemilihan ketua umum yang dinantikan.  

 

“Saya tidak bisa berkata apa-apa. Tadi saya katakan keputusannya tergantung forum, ternyata forum mempercayakan saya. Tapi jika masih mau mencalonkan diri, saya harap forum dibukakan kembali. Tapi, jika kawan-kawan memang semuanya sudah sepakat, saya pun sangat berterimakasih atas amanah yang kawan-kawan percayakan kepada saya,” Hendra sedikit menyayangkan kemunduran calon lain yang mundur dari balon. Tepukan tangan seluruh ruangan kongres bergema tertuju pada Hendra memberikan semangat dan dukungan untuk ASPEM nanti.

 

Selanjutnya, forum memintai Ketua Terpilih menyampaikan visi dan misinya.  “Visi; ASPEN-Sumbar merupakan jembatan untuk melahirkan jurnalis profesioanal. Misi; (1) menyatukan perjuangan LPM se-Sumbar, (2) Menjaga keutuhan ideologi dalam menciptakan jurnalis profesional dan (3) menciptakan kemerdekaan lembaga pers mahasiswa.

 

Dalam menjalankan programnya, Ketua tidak sendirian, namun didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Sudah pasti Sekjen pun harus dibentuk. Prosesi pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) pun kemudian dibuka. Ada 4 balon yang diusulkan; Ria Reska Sari (LPM Al-It’sqan), Keila Sovarina (LPM Al-It’sqan), Eko Kurniawan (Gema Justisia), Joni Aswira (Wawasan Proklamator).

 

“karena saya pimred di LPM saya, maka saya tidak bersedia menjadi balon sekjen ini,”

 

Hal serupa dengan pemilihan ketua umum pun terjadi pada prosesi pemilihan  Sekjen, dari seluruh 4 orang balon yang ada hanya Eko Kurniawan yang menyanggupi jabatan itu. Eko pun terkejut karena semuanya mundur. Ia tampak tersenyum heran dan kaget.

 

“Berarti resmi Sekjennya Eko Kurniawan!! Berikan tepukan tangannya untuk Eko Kurniawan,” ujar Pimpinan Sidang III.

 

Penetapan dan pengesahan Ketua Umum dan Sekjen terpilih diperkukuh dengan SK. Kongres I ASPEM Sumbar Nomor: 07/ KONGRES_ASPEM-SUMBAR/ I /2011 pada pukul 20.33 WIB.

 

“Dengan demikian kita sudah punya Ketum dan Sekjen. Agenda selanjutnya kita kembali ke sidang pleno II untuk pemilihan Badan Pengawasan Keuangan (BPK) dan Badan Pertimbangan Organisasi (BPO). Kita kembalikan ke forum lagi,” Pimpinan Sidang III melanjutkan pleno II yang tadi dipending.

 

Pukul 20.33 hingga menit ke 40 peserta sidang sibuk memikirkan siapa balon BPK. Lima menit berselang dilontarkan 3 balon; Debi Virnando (LPM Suara Kampus), Kaila Sovarina (LPM Al-It’sqan) dan Heri Faisal (SKK Ganto).

 

Debi Virnando menolak menjadi BPK, dan akhirnya ketum mengusulkan Novi Fitri dari LPM Idealita dan forum juga menyepakati usulan tersebut.  

 

Seterusnya, dibentuk BPO dan ditetapkan pada pukul 20.50 WIB. Orang-orang yang dipercayakan sebagi BPO adalah; Joni Aswira (LPM Wawasan Proklamator), Andri El Faruqi (LPM Suara Kampus), Reski Sapril (LPM Al-It’sqan), Chardinal Putra (LPM Idealita). Mereka ditetapkan disertai ketukan satu kali palu pimpinan sidang pukul 21.13 Wib.

 

Pukul 21.30, usai kongres, Suara kampus berbincang-bincang dengan Ketua Umum terpilih sebagai tampuk pimpinan ASPEM. “Kedepannya ASPEM akan mengontrol kerja dan problematika LPM yang ada disumbar,” ujarnya santai.

 

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait