Berita Kota Padang


Dramaturgi Sandiwara Akan Segera Dibedah

Kota Padang | Kamis, 21/03/2014 17:54 WIB | Yogi Eka Saputra

Buku Dramaturgi Sandiwara

Suarakampus.com - Padang – Buku Dede Pramayoza bertajuk “Dramaturgi Sandiwara” akan dibedah pada Rabu (26/03) mendatang. Buku dengan penerbit Ombak ini mengupas tentang seluk beluk perjalanan teater dalam masyarakat poskolonia.


Bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan hari Teater se Dunia oleh Salingka Teater (SATE) Padang. Acara memperingati hari  Teater se Dunia ini mengangkat tema Rakyat Teater Rakyat, yang akan berlangsung di RBN Noktah Ulak Karang.


Ditemui kemarin, Ketua Panitia Rakyat Teater Rakyat, Roby mengatakan, pembedah yag diundang adalah Mila K Sari dan Romi Zarman. “Buku ini tentu sangat penting dalam menelaah kembali sejarah perkembangan teater dan kecenderungan pertumbuhan teater paska kolonialisme. Karenanya, kawan-kawan SATE Padang berinisiatif melaksanakan bedah buku tersebut,” katanya, Selasa (19/03).


“Acara ini terbuka untuk umum. Kami sangat berharap, para pecinta sejarah, penggerak teater, pecinta sastra dan semua pihak yang konsen terhadap kesenian khususnya teater dapat hadir,” sebutnya.


Dede Pramayoza merupakan salah seorang staf pengajar di Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Buku yang ditulis Dede ini,  mengajak kita untuk melihat kaitan antara dimensi tekstual sandiwara dengan konteks sosio kultural dan ideologisnya.


Ditemui terpisah, Dede mengharapkan kehadiran buku ini dapat memperkaya khazanah kajian teater terutama dalam perspektif sejarah. “Alhamdulillah, saya sangat senang bila buku ini dapat diapresiasi masyarakat luas, khususnya kalangan seni teater,” katanya.


Pengamat Teater Lono Simatupang menilai buku ini sebagai sebuah journy, yang memaparkan perkembangan sandiwara dengan yang penuh kejutan. “Sungguh, buku ini bukan sekedar literatur yang demikian detail berbicara gerak populis dalam meneluskan peristiwa kesenian, tapi juga sebuah album dengan potret-potret peristiwa yang tergambar sangat bersahaja. Begitu banyak catatan yang mengharukan. Buku ini layak dibaca oleh para praktisi, pengamat, dan mahasiswa seni di Indonesi karena begitu vintage dan teramat menginspirasi,” sebutnya.


Sementara, Yuhana Riza, salah seorang penggerak teater dari Teater Rumah Teduh mengatakan, kehadiran sebuah buku seperti Dramaturgi Sandiwara akan sangat fital dalam memetakan kembali perkembangan dramaturgi Indonesia sejak menyentuh modernisme. “Selma ini buku yang mengupas tentang sejarah teater, khususnya di kawasan Sumatera memang sangat langka. Buku seperti ini sangat penting sehingga kami sebagai generasi hari ini dapat memahami perjalanan teater di negeri ini sudah cukup lama dan sedemikian berkembang,” katanya. (YES)  



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait