Berita Kota Padang


Pers Mahasiswa di Mata Ketua Dewan Pers

Workshop Dewan Pers

Kota Padang | Selasa, 04/11/2014 18:04 WIB | Taufiq Siddiq

arsip

 

suarakampus.com- Lembaga Pers Mahasisiwa harus menjadi wadah berfikir dan pengerak dari tradisi kaum terpelajar, Hal tersebut disampaikan oleh Bagir Manan selaku Ketua Dewan Pers dalam Workhsop bersama LPM se Sumatera Barat, Pangeran Bitch Hotel Selasa (04/11).
"Kultur dari Pers Mahasisiwa itu adalah terpelajar, dulu. Nah, sekarang bagaimana Pers Mahasisiwa itu mampu menjadi forum pemikir dan pengerak dari kultur terpelajar tersebut," paparnya.
Seorang Jurnalis menurut Bagir merupakan orang yang lahir dari kultur terpelajar, lanjut Bagir, pada Pers Mahasiswa yang memiliki kultur terpelajar karena berada di lingkungan akademis. "Jurnalis itu harus terpelajar, yang bekerja dengan standar dan kode etik jurnalis dan mampu mempertanggung jawabkan hasil kerjanya," himbaunya.
Selain itu bagi Bagir Manan Pers Mahasiswa harus memapu berintegrasi dengan dalam kampus dan luar kampus. "Pers kampus harus mampu memberikan efek dan dampak yang positif baik di dalam dan luar kampus," ujar mantan hakim Mahkamah Agung ini.
Bagir Manan mengerti jika Pers Mahasiswa dan pers secara umum mengalami pergesekan yang sama, saat Pers Kampus mengalami pergesekan dengan pimpinan kampus sedangakan pers umum dengan  penguasa. "Pergesekan itu ada baik pers kampus atau umum dan dari itu muncul perubahan yang baik jika berlandaskan dengan ajaz-ajaz dan kode etik yang benar," tambahnya.
Bagir Manan berharap, pers mahasiswa mampu meningkatkan keahliannya dalam dunia jurnalistik, tetap lakukan diskusi dan pelatihan-pelatihan. "Pers mahasiswa harus lakukan pelatihan-pelatihan jurnalistik, dan Dewan Pers siap membantunya," ujarnya.
Bagir memandang jika kultur yang sempat hidup dulu sudah hilang di pers mahasiswa, Menurutnya Pers Mahasiswa maupun mahasiswa hari ini bungkum terhadap permasalah yang ada. "

Suarakampus.com- Lembaga Pers Mahasiswa harus menjadi wadah berfikir dan penggerak dari tradisi kaum terpelajar, hal tersebut disampaikan oleh Bagir Manan selaku Ketua Dewan Pers dalam Workhsop bersama LPM se Sumatera Barat, Pangeran Beach Hotel, Selasa (04/11).


"Kultur dari pers Mahasiswa itu adalah terpelajar, dulu. Nah, sekarang bagaimana pers mahasisiwa itu mampu menjadi forum pemikir dan pengerak dari kultur terpelajar tersebut," paparnya.

 

Seorang Jurnalis menurut Bagir merupakan orang yang lahir dari kultur terpelajar, lanjut Bagir, pers mahasiswa yang memiliki kultur terpelajar karena berada di lingkungan akademis. "Jurnalis itu harus terpelajar, yang bekerja dengan standar dan kode etik jurnalis dan mampu mempertanggung jawabkan hasil kerjanya," tegas pria kelahiran lampung 1941 ini.

 

Selain itu, bagi Bagir Manan pers mahasiswa harus mampu berintegrasi dengan kampus dan luar kampus. "Pers mahasiswa harus mampu memberikan efek dan dampak yang positif baik di dalam dan luar kampus," ujar mantan hakim Mahkamah Agung ini.

 

Bagir Manan mengerti jika pers mahasiswa dan pers secara umum mengalami pergesekan yang sama, saat pers mahasiswa mengalami pergesekan dengan pimpinan kampus sedangakan pers umum dengan  penguasa. "Pergesekan itu ada, baik pers mahasiswa atau umum dan dari itu muncul perubahan yang baik jika berlandaskan dengan asas-asas dan kode etik yang benar," tambahnya.

 

Bagir Manan berharap, pers mahasiswa mampu meningkatkan keahliannya dalam dunia jurnalistik, tetap lakukan diskusi dan pelatihan-pelatihan. "Pers mahasiswa harus lakukan pelatihan-pelatihan jurnalistik, dan Dewan Pers siap membantunya," ujarnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait