Berita Nasional


Andreas Harsono: Detik.com Media Paling Buruk

Nasional | Minggu, 16/10/2011 17:13 WIB | Arjuna Nusantara

Bandar Lampung-Dalam Workshop “Nge-blog Biar Gak Goblok”, Sabtu (15/10) di Universitas Lampung, Andreas Harsono dari Pantau hadir sebagai pemateri.

 

Andreas mengatakan bahwa beberapa tahun ke depan surat kabar akan mati, dan new media adalah media masa depan yang lebih cepat dan praktis.

 

Dalam diskusi, Andreas mengangkat kasus media online. Contoh yang dikemukakannya adalah detik.com. Andreas menilai bahwa portal berita tersebut sering menerbitkan berita yang tidak berimbang.

 

 “Detik.com  bukan contoh yang baik. Detik.com adalah media paling buruk. Kalau anda mau mengutip pernyataan saya ini silahkan. Kalau detik.com tidak terima, silahkan tuntut saya,” tegasnya.

 

Menurut Andreas Harsono, detik.com hanya mementingkan kecepatan. “Kecepatan itu penting bagi media online. Meskipun begitu, kaidah dan nilai jurnalistik tetap harus diperhatikan,” jelas pria berkacamata ini.

 

“Anda akan terkejut ketika melihat New York Times online, mereka sangat memperhatikan tulisan yang akan diterbitkan. Penyeleksian data oleh getkeeper-nya sangat baik sekali,” tambah penulis buku Agama Saya Jurnalisme ini.

 

“Di Indonesia, media online yang bagus itu seperti Tempo interaktif dan Kompas.com,” tutupnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Suarakampus