Berita Salingka Kampus


Empat Jam Bersama Abdullah Khusairi

Diklatsar LPM Suara Kampus

Salingka Kampus | Sabtu, 29/10/2011 14:13 WIB | Ridho Permana

Abdullah Khusairi

Suara Kampus-“Mata di langit, telinga di bumi”, begitulah ungkapan Abdullah Khusairi saat mendiskripsikan tentang wartawan ketika menjadi narasumber dalam Diklatsar LPM Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang, Sabtu (29/10).

 

Acara ini berlangsung selama empat jam di Unit Pembinaan Bahasa (UPB) dengan materi Teknik Reportase. Kegiatan ini merupakan lanjutan Diklatsar jum’at lalu (28/10).

 

Dalam materinya, Abdullah Khusairi mengatakan, “Wartawan yang hebat itu, ketika bertemu berita yang biasa, ia bisa membuat berita hebat. Sebaliknya wartawan yang bodoh, ketika ia bertemu dengan berita yang hebat, ia malah membuat berita biasa,” kata pria yang biasa disapa Bang badul ini.

 

Ia juga mengatakan, syarat untuk menjadi wartawan yang handal itu harus mempunyai mental yang bagus, punya minat, hobi, wawasan dan pergaulan yang luas, terampil, serta berpenampilan nyentrik.

 

“Banyak wartawan yang tidak mengetahui identitasnya sebagai wartawan. Ia hanya memikirkan bagaimana memperoleh uang dari profesinya. Bahkan banyak sekali yang tidak mengetahui kode etik jurnalistik itu sendiri.  Banyak hal yang harus dipahami tentang ke wartawanan. Jika ingin jadi wartawan yang baik, beritakanlah hal yang baik. Jangan menjelekkan orang hanya untuk kepentingan pribadi,” ujarnya panjang lebar.

 

Lebih lanjut, Pembina LPM Suara Kampus ini mengatakan, jadikan profesi wartawan itu sebagai hobi, bukan karena tuntutan hidup, “Jika profesi itu dijadikan hobi, ketika diperintahkan Korlip untuk mencari satu berita saja, maka yang didapatnya bisa lima berita,” jelasnya.

 

Wartawan harus mampu bersaing. Hal ini dibenarkan Abdullah Khusairi, “Jika wartawan itu tidak mampu bersaing, maka ia akan terbuang. Sama halnya dengan calon wartawan baru Suara Kampus, jika anda tidak mampu bersaing atau menghadapi dinamika dalam organisasi, maka anda akan terseleksi dengan sendirinya. Seharusnya dinamika itu dijalani, bukan malah lari,” tegas dosen Fakultas Dakwah ini.     



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Suarakampus