Berita Kota Padang


Budaya Hedonisme Anggota DPR Menuai Kritikan Tajam

Kota Padang | Kamis, 17/11/2011 01:24 WIB | Ariya Ghuna Saputra

Ilustrasi

Suara Kampus- Pola hidup mewah sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuai kritikan tajam dari berbagai kalangan. Bahkan ada yang menilai bahwa pola hidup mewah yang dilakukan sebagian anggota dewan tersebut tidak wajar sama sekali.

 

Seperti yang dikatakan salah seorang aktivis mahasiswa IAIN IB Padang, Ahmad Tamimi ketika dikonfirmasi via telfon pada Rabu (16/11), “Secara moril, hidup mewah yang diperlihatkan anggota dewan kita saat ini sama sekali tidak wajar karena tidak mencerminkan sikap yang pro terhadap rakyat,” ungkapnya.

 

Ahmad Tamimi juga mengatakan bahwa idealnya jabatan yang dimiliki anggota dewan yang ada saat ini mesti digunakan atau berpihak kepada rakyat karena mereka dipilih oleh rakyat dan mereka ada karena rakyat, “Semestinya jabatan yang dimiliki oleh seorang anggota dewan, seyogyanya mereka pergunakan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan dirinya sendiri," terangnya dengan lugas.

 

Ketika ditanya tentang apa saja penyebab dari itu, dengan rincinya mahasiswa jurusan Jinayah Siyasah Fakultas Syari’ah IAIN IB Padang ini menjabarkan, “Permasalahan ini berawal dari ketidaksesuaian dalam hal etika politik para anggota dewan ditambah lagi dengan sifat ego yang dimiliki masing-masing anggota dewan," tukasnya.

 

Untuk mengatasi semua ini, pria asal Riau ini berpendapat, “Menurut saya, setiap anggota dewan yang ada perlu dilakukan evaluasi atau mengkaji ulang kembali tentang tugas, peran, fungsi serta berbagai fasilitas yang mereka miliki bahkan mengkaji ulang tentang gaji mereka yang notabenenya sangat tinggi sekali,”.

 

Selain itu, “Peran dari partai politik (parpol) itu sendiri,  setiap kader yang bermasalah di DPR mesti diberi peringatan kuat dari parpolnya," terang pria yang biasa di panggil Tamimi ini.

 

Sementara itu, Muhammad Rahmad salah seorang politisi muda Sumatera Barat ketika dikonfirmasi via telfon mengatakan “Ada yang perlu diklarifikasi ulang tentang kelompok-kelompok politisi yang duduk di DPR. Pertama, ada yang sebelum menjadi anggota dewan mereka memang sudah kaya atau dalam kehidupan serba mewah. Kedua, ada yang kehidupannya dalam kategori sedang kemudian jadi anggota dewan dan terakhir ada yang tidak punya apa-apa kemudian jadi anggota dewan," terangnya.

 

“Kelompok pertama, kebiasaan hidup mewah ini terbawa olehnya sampai menjabat sebagai anggota DPR. Kelompok kedua karena banyak tawaran, semisal proyek dan sebagainya. Mungkin ia kaget dengan itu sehingga ia lupa diri dan terjebak dalam kehidupan mewah," Sambungnya.

 

“Dan untuk kelompok ketiga mungkin ia kaget dan tidak siap menerima penghasilan yang besar sehingga kehidupannya menjadi mewah," jelas alumni Fakultas Syari’ah IAIN IB Padang ini.

 

Anggota DPR yang ada saat ini terdiri dari berbagai golongan dan daerah yang berbeda, “Seharusnya seorang anggota DPR dari mana pun ia berasal hendaklah bisa menyesuaikan diri dengan keinginan rakyat dan bukan untuk mencari atau memamerkan hidup yang bermewah-mewahan," ujarnya.

 

Di akhir wawancara, Wakil Direktur Eksekutif DPP Demokrat ini mengatakan, “Sebagai seorang politisi nasional, semestinya setiap anggota DPR harus terbiasa dengan kehidupan rakyat yang serba kekurangan,” lanjutnya.

 

“Anggota DPR hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada ketika ia mengadakan kunjungan kerja ke daerah serta harus mempunyai sifat tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat”, tutupnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait