Berita Sumatera Barat


Ali Asmar : Sumbar Siap jadi Tuan Rumah Launching Buku Internasional

Syari’ah Adakan Seminar Internasonal

Sumatera Barat | Rabu, 23/11/2011 14:52 WIB | Gita Jonelva

Ilustrasi

Padang-Fakultas syariah IAIN Imam Bonjol Padang mengadakan seminar internasional dengan tema “International Qur’anic Learning Centre Convention And Book Launch Al Fathun Nawa”. Seminar ini diadakan selama dua hari (23-24) November 2011 di Rocky  Hotel Padang. Selain seminar, acara ini juga diisi dengan launcing kitab Al Fathun Nawa karya DR. Halo-N.

 

Kitab Al Fathun Nawa ini merupakan karya dari DR. H. Ahmad Laksamana Haji Omar (DR. Halo-N). Ia merupakan seorang insinyur matematika. Latar belakang keilmuannya tidak menghalanginya untuk menulis berbagai buku keislaman dengan tema yang berbeda-beda. Diantara bukunya ini adalah Al fathun Nawa Jilid I yang berisi tentang pemahamannya terhadap Al qur’an.

 

Pendekatan pemahaman yang digunakan dalam buku ini terlihat berbeda dengan pendekatan-pendekatan tafsir yang telah dikenal  selama ini. Perbedaaan itu sepertinya dapat dipahami karena latar belakang keilmuan yang dimiliki dan caranya memandang tentang maksud al qur’an sebagai Umm al-Kitab.

 

Selain itu, pemahaman yang dilakukan terhadap ayat-ayat alqur’an ini senantiasa dilihat DR. Halo-N dari sudut pandang dunia dan akhirat. Penggabungan sains dan tarikat menjadi keunikan tersendiri dalam buku ini. Cara seperti ini tentunya melahirkan pemahaman al qur’an yang tidak biasa dan tidak dikenal sebelumnya. Karena karyanya inilah ia digelari The First al-Quranic Scientist of The World.

 

 Dalam acara ini, hadir Para guru besar dari berbagai universitas, diantaranya dari IAIN IB, STAIN Bengkulu, STAIN Batusangkar , UNAND, UPM Malaysia dan University Of Malaya.  Dari IAIN IB, turut hadir Rektor IAIN Prof. DR. H. Makmur Syarif, SH, MA., PR I DR. Syafruddin , PR III Prof. DR. H. Asasriwarni, Dekan Fakultas syari’ah Drs. Subhan, M.A, dan Ketua MUI Sumbar  Syamsul Bahri Khatib.

 

Dalam sambutannya, Drs. Sobhan menyebutkan bahwa , “Pada awalnya seminar ini banyak yang tidak setuju. Mereka mengatakan bahwa kitab Fathun Nawa ini sudah banyak yang mengetahui isinya, jadi tak perlu diadakan seminar untuk membedahnya lagi. Tapi saya memberanikan diri menghadap pihak rektorat dan rektorpun setuju. Akhirnya rektor membawa konsep acara ini ke gubernur. Dan pihak gubernurpun juga menyetujui acara ini,” katanya.

 

Seminar ini banyak diminati para akademis dan cendekiawan muslim. Buktinya, peserta seminar mencapai  lebih dari 700 orang. Hal ini dibenarkan Ketua Panitia Pelaksana Salma, M.Ag, P.hd, “Saya tak mengira minat dari masyarakat muslim untuk mengahadiri seminar ini sangat banyak. Terbukti dengan hadirnya peserta seminar melebihi yang diperkirakan,” ujar Dosen Fakultas syari’ah ini.

 

Menurut DR. Halo-N, Penulis  Kitab Al-Fathun Nawa, kitab ini pada awalnya hanya dibuat untuk pribadi saja. Tak ada niat untuk menyebar ke masyarakat luas. “Dulu saya membuat kitab ini khusus untuk diri saya saja, tapi ternyata banyak pihak akademisi muslim yang berminat membaca dan mempelajarinya. Jadi saya setuju saja jika buku saya ini dipublikasikan demi kepentingan umat,” ujarnya saat memberikan sambutan.

 

Acara ini dijadwalkan akan dibuka oleh Gubernur  Sumbar  Irwan Prayitno. Namun, Karena kesibukannya yang mendesak, Irwan tak bisa datang dan diwakili oleh Sekda Sumbar Dr. Ali Asmar. ”Kepada pihak UPM dan DR. Halo-N, jika nantinya masih ada buku yang akan dilaunching, Sumbar siap menjadi tuan rumah kembali,” katanya.

 

Dilihat dari latar belakangnya, seminar ini pada awalnya merupakan ide dari salah seorang dosen Fakultas syari’ah yang pernah belajar di Malaysia. Seperti diucapkan Makmur Syarif saat memberikan sambutannya, “ Seminar ini diprakarsai oleh Salma, M.Ag, P.hd yang dulunya sempat mengecap pendidikan di Malaysia. Karena ia yang memberikan ide dan lebih tahu seputar penulis dan kitab Al Fathun Nawa ini, maka langsung kita angkat salam sebagai penanggung jawab dari acara ini,” katanya.

 

Disamping itu, ada sedikit kekecewaan yang timbul dari salah seorang peserta seminar. Ia menyebutkan, “Saya sedikit kecewa dengan seminar ini. Karena makalah yang disajikan dalam seminar ini tak jauh berbeda dengan makalah mahasiswa S1. Ini seminar internasional, kok makalahnya malah nyeleneh seperti itu,” ujar Muhammad Ikbal, Dosen sosiologi STAIN Bengkulu.

 

Seminar ini akan ditutup pada Kamis, (24/11) di Rocky Hotel.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Suarakampus