Berita Kota Padang


Mahasiswa PTAI Rusak Citra Kampusnya Sendiri

Kota Padang | Kamis, 24/11/2011 01:28 WIB | Ariya Ghuna Saputra dan Gita Jonelva

Padang-Dunia Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) kota Padang kembali tercoreng oleh perilaku amoral mahasiswanya. Ironisnya, kejadian memalukan ini dilakukan pelaku di salah satu WC yang ada di Masjid Al-Bahri yang terletak di kawasan Parak Jigarang Kecamatan Kuranji kota Padang pada Minggu (20/11).

 

Terungkapnya kejadian ini berawal dari kecurigaan Tunis (mantan sopir Ambulans masjid-red) yang melihat ada gerak-gerik aneh sepasang mahasiswa yang datang untuk shalat di masjid tersebut.

 

Ketika dikonfirmasi Suara Kampus pada Rabu (23/11) di masjid tersebut, Tunis mengatakan “Kejadian itu berawal ketika saya tengah duduk santai di lantai 2 masjid ini dengan dua teman saya, lalu tiba-tiba datang sepasang mahasiswa dengan mengendarai sepeda motor untuk sholat di masjid ini," ungkap Tunis ketika mengawali pembicaraannya.

 

Setelah beberapa menit, “Saya turun ke lantai bawah dan saya lihat tidak ada orang sholat di dalam masjid padahal motornya ada," kenangnya.

 

Karena tidak ada orang yang sholat di masjid itu, Tunis langsung memastikan ke mana sepasang mahasiswa tersebut berada. “Awalnya saya pergi ke belakang masjid untuk mencek apakah mereka berada di situ tapi ternyata mereka tidak ada di situ," jelas pria asli Aceh ini.

 

Saking penasarannya, Tunis pergi ke WC masjid untuk memastikan apakah sepasang mahasiswa tersebut berada di sana. Anehnya ketika Tunis di WC cowok, Tunis tidak menemukan adanya cowok di dalamnya, “Saya tidak menemukan cowok tersebut di dalam WC itu," urainya.

 

Setelah mencek di WC cowok, Tunis bergegas ke WC cewek. “Sesampai di depan pintu WC cewek, saya lihat pintunya tertutup rapat,". Tunis lalu mengintip apakah ada sepasang mahasiswa tersebut di dalamnya melalui pintu bawah. Ternyata Tunis melihat ada empat kaki dalam WC tersebut. “Untuk memastikannya, saya memanjat dinding WC tersebut, alangkah kagetnya ketika saya melihat mereka berdua dalam keadaan bugil dan sedang berhubungan layaknya suami istri," setelah saya tegur, mereka terkejut dan langsung memakai pakaiannya," jelas Tunis

 

Sambungnya, “Seketika itu juga saya memanggil para pekerja masjid yang tengah bekerja saat itu  untuk membantu saya membawa para pelaku itu keluar dari WC," ujarnya

 

Setelah keluar dari WC, Tunis memegang tangan cowok dan cewek  itu. Si cewek menjerit sambil meronta hingga akhirnya lepas dari pegangan Tunis dan kabur. “Yang wanita berhasil kabur dengan menjerit sambil meronta lalu lepas dari tangan saya," kenangnya.

 

Untuk yang cowok juga berhasil lepas dari tangan Tunis dan menaiki motornya untuk kabur. “Untungnya berkat bantuan warga setempat yang mengunci pintu pagar masjid sehingga cowok tersebut tidak bisa kabur dengan sepeda motornya, akibatnya cowok tersebut kabur dengan meninggalkan sepeda motornya di masjid," terangnya.

 

Tambahnya, “Saat ini sepeda motor pelaku berada di kantor Polsek Kuranji Kota Padang,”.

 

Ketika ditanya mahasiswa mana yang melakukan perbuatan tersebut, dengan yakinnya Tunis mengatakan, “Saya yakin itu mahasiswa IAIN IB Padang karena selain sering makan berdua di sini, mereka juga sering sholat dengan mahasiswa IAIN IB Padang," yakin Tunis.

 

Tambah Tunis, “Selain itu, saya pernah bercerita singkat dengan keduanya dan mereka mengaku kuliah di IAIN tapi siapa nama keduanya saya tidak tahu pasti," tambahnya.

 

Sementara itu di tempat terpisah. Nurdin, ketua RT setempat ketika dikonfirmasi di rumahnya, ia mengatakan “Saat ini kita sedang mencari pelaku dan informasi sementara bahwa kedua pelaku adalah mahasiswa IAIN tapi belum jelas apa jurusannya," ungkapnya.

 

Keterangan tersebut Nurdin peroleh ketika ia sempat mengobrol dengan Jamal (gharin masjid-red). “Saya sempat mengobrol dengan Jamal dan menjelaskan kepadanya ciri-ciri dari sepeda motor yang dipakai pelaku beserta plat nomornya," ingat Nurdin.

 

Lanjutnya, “Ketika itu Jamal juga mengatakan bahwa pelaku sering shalat di masjid ini. Di samping itu, ia juga pernah mengobrol dengan cowok tersebut (pelaku-red) dan mengatakan ke Jamal kalau ia mahasiswa IAIN, namun apa jurusannya Jamal tidak ingat lagi," ungkap Nurdin.

 

Ketika Suara Kampus menemui Jamal, ghrain masjid itu untuk memperoleh infromasi lebih lanjut, ia sedang tidak berada di masjid tersebut.

 

Jika seandainya pelaku perbuatan tertangkap, apa yang akan dilakukan masyarakat setempat?. Dengan tegasnya Nurdin mengatakan “Apabila pelaku tertangkap maka kami akan memanggil kedua orang tua pelaku, setelah itu akan kami nikahkan,”.  Di samping itu “Mereka akan dikenakan denda sebesar Dua sak semen untuk masjid tempat mereka melakukan perbuatan itu, setelah itu kami akan menyerahkan kasus ini ke kampus yang bersangkutan," tegasnya.

 

Untuk kelancaran pencarian pelaku tersebut, Nurdin mengungkapkan “Kami telah bekerjasama dengan Polsek Kuranji kota Padang, terlebih lagi karena sepeda motor pelaku sekarang berada di sana.  artinya kami juga tahu siapa orangnya ketika mereka mengambil sepeda motornya tersebut di Polsek Kuranji," terangnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait