Berita Salingka Kampus


UIN IB Merekapitulasi Alumni dan Mahasiswa dari Tahun 2004

Dirjen Pendidikan Perguruan Tinggi Minta Database Alumni dan Mahasiswa UIN IB

Salingka Kampus | Senin, 07/08/2017 19:30 WIB | Axvel Geon Revo

uin

Suarakampus.com- Wakil Rektor I Ikhwan Matodang mengimbau kepada alumni UIN Imam Bonjol Padang untuk melengkapi data diri terkait pendataan yang harus diserahkan UIN untuk Dirjen Perguruan Tinggi pasca alih status menjadi universitas, Senin (07/08).

"Pendataan ini tidak ada hubungannya dengan sah atau tidak terdaftarnya ijazah kita, tapi untuk memasukan data ke pusat data Dikti," ujar Ikhwan saat ditemui di ruangannya.

Ikhwan menjelaskan, dengan alih status, UIN tidak hanya di bawah naungan Kementerian Agama saja tapi juga di bawah Dikti. Lantaran ini  UIN IB harus menyerahkan seluruh data ke Dikti termasuk mahasiswa dan alumni. "Dulu data kita baru ada di Kemenag, sekarang karena kita juga sudah berada di bawah Dikti kita juga harus menyerahkan data," paparnya.

Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin ini menambahkan, dalam aturan tersebut Dikti meminta data dari tahun akademik 2004 hingga tahun akademik 2016. "Awalnya aturan ini diberlakukan dari tahun akademik 2009 tapi ternyata Dikti mintaknya lima tahun sebelumnya berarti dari tahun akademik 2004," katanya.

Menurut Ikhwan banyak ditemukan data diri yang tidak lengkap dan. "Hampir seluruh mahasiswa tidak lengkap mengisi data tersebut dan itu yang kita himbau kepada alumni untuk melengkapinya," seru Ikhwan.

Ikhwan mengakui ini merupakan kelalaian UIN, dan ia mengimbua kepada alumni khususnya agar tidak terlalu mengkhawatirkan terdaftar atau tidaknya, karena UIN IB sudah terdaftar dan tinggal melengkapinya.

Terkait pendataan lanjut Ikhwan bisa melalui manual dan online. Untuk manual alumni bisa mendatangi fakultas untuk  mengambil formulirnya  sedangakan online bisa diunduh di http://bit.ly/formulir_pdpt dan http://pustipanda.uinib.ac.id/download. Formulir sudah diisi bisa diserahkan kepada tim yang berposko di perpustakaan di depan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

 

Ikhwan menargetkan pendataan ini selesai dalam dua bulan agar prosedur setelah ini bisa dilanjutkan. "Kita sudah betuk tim untuk mempercepat pendataanya. Semoga akhir September selesai," katanya.

Riko Adrian putra sarjana Psikologi Islam berharap kejadian  bisa menjadi momen berbenah UIN untuk mengevaluasi seluruh sistemnya. "Alumni sudah pusing cari pekerjaan jangan dipusingkan lagi dengan ijazah," curahan Riko.

Suarakampus.com- Wakil Rektor I Ikhwan Matondang mengimbau kepada alumni UIN Imam Bonjol Padang untuk melengkapi data diri terkait pendataan yang harus diserahkan UIN untuk Dirjen Pendidikan Perguruan Tinggi pasca alih status menjadi universitas, Senin (07/08).

 

"Pendataan ini tidak ada hubungannya dengan sah atau tidak terdaftarnya ijazah kita, tapi untuk memasukan data ke pusat data Dikti," ujar Ikhwan saat ditemui di ruangannya.

 

Ikhwan menjelaskan, dengan alih status, UIN tidak hanya di bawah naungan Kementerian Agama saja tapi juga di bawah Dikti. Lantaran ini  UIN IB harus menyerahkan seluruh data ke Dikti termasuk mahasiswa dan alumni. "Dulu data kita baru ada di Kemenag, sekarang karena kita juga sudah berada di bawah Dikti kita juga harus menyerahkan data," paparnya.

 

Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin ini menambahkan, dalam aturan tersebut Dikti meminta data dari tahun akademik 2004 hingga tahun akademik 2016. "Awalnya aturan ini diberlakukan dari tahun akademik 2009 tapi ternyata Dikti mintanya lima tahun sebelumnya berarti dari tahun akademik 2004," katanya.

 

Menurut Ikhwan banyak ditemukan data diri alumni dan mahasiswa yang tidak lengkap. "Hampir seluruhnya tidak lengkap dalam mengisi data tersebut dan itu yang kita harapkan segera kepada alumni untuk melengkapinya," seru Ikhwan.

 

Ikhwan mengakui ini merupakan kelalaian UIN, dan ia berharap khususnya kepada alumni agar tidak terlalu mengkhawatirkan terdaftar atau tidaknya, karena UIN IB sudah terdaftar dan tinggal melengkapinya saja.

 

Terkait pendataan lanjut Ikhwan bisa melalui manual dan online. Untuk manual alumni bisa mendatangi fakultas masing-masing dan mengambil formulirnya  sedangkan via online formulir bisa diunduh di http://bit.ly/formulir_pdpt dan http://pustipanda.uinib.ac.id/download. Formulir sudah diisi bisa diserahkan kepada tim yang berposko di perpustakaan di depan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. 

 

Ikhwan menargetkan pendataan ini selesai dalam dua bulan agar prosedur setelah ini bisa dilanjutkan. "Kita sudah betuk tim untuk mempercepat pendataanya. Semoga akhir September selesai," katanya.

 

 Riko Adrian Putra alumni Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin berharap kejadian  bisa menjadi momenum berbenah bagi UIN untuk mengevaluasi seluruh sistemnya. "Alumni sudah pusing cari pekerjaan jangan dipusingkan lagi dengan ijazah," gurau Riko.




Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait