Berita Nasional


Pajak Penulis Tinggi, Ini Tanggapan Penulis Asal Sumbar

Nasional | Kamis, 14/09/2017 12:40 WIB | Jamal

Suarakampus.com- Senada dengan Tere Liye yang mengeluhkan tingginya pajak yang dibebankan kepada penulis, Maya Lestari GF, penulis asal Padang Sumatera Barat (Sumbar) tersebut juga mengeluhkan tingginya pajak yang dibebankan kepada penulis.

 

Maya menjelaskan, dari satu buah karya yang ia tuliskan hanya 10 Persen hasil yang bisa ia dapatkan dari hasil penjualan buku, 90 Persen untuk biaya editor, layout, percetakan dan operasional. “Dengan karya seperti itu, saya juga di potong 15 persen lagi dari royaliti yang didapat,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, selama ini biaya produksi buku termasuk mahal, menurutnya pajak buku dibebankan kepada penulis dan pemerintah harus serius membenahi dunia perbukuan. "Hapuskan pembajakan di dunia perbukuan, karena buku-buku masih bebas di bajak sekarang dan itu sangat merugikan penulis," jelasnya.

 

Sementara itu, salah seorang penerbit buku, Alizar Tanjung mengatakan pajak yang diberikan ke penulis itu terlalu tinggi dan membuat penulis dirugikan. "Seharusnya pajak itu dikaji ulang jangan sampai pajak yang tinggi membuat penulis luntang-lantung," ujar Alizar, penerbit buku Rumah kayu tersebut.

 

Menurutnya, riset untuk sebuah karya dan itu menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, “Semoga pihak pemerintah mengkaji ulang kembali tentang pajak yang dibebankan kepada penuli,” harapnya. (Mft*)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: