Berita Sumatera Barat


YLKI Tanggapi Kenaikan TDL

Sumatera Barat | Selasa, 29/06/2010 15:29 WIB | Yisri

listrikSuara Kampus-Baru-baru ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan Tarif Dasar Listrik sebesar 10 pesen. Menyikapi hal tersebut yayasan  Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memfasilitasi dialog antara beberapa elemen  masyarakat, di antaranya Mahasiswa, Wartawan, LPKSM (Lembaga Penjamin Konsumen), Pimpinan Redaksi media masa/elektronik, dan pihak PLN sendiri, guna menghadapi kenaikan TDL tersebut. Selasa (29/06) di Hotel Pangeran Beach.

 

“Memang, dialog ini tidak akan bisa meroba kebijakan pemerintah, tapi setidakannya dialog ini akan mengeluarkan rekomendasi–rekomendasi yang akan diajukan ke pemerintah. Ibarat kata pepatah, walaupun ayam tidak berkokok hari pun akan siang juga,” Ujar Pimpinan Redaksi Padang Ekspres Syukri Umar di sela-sela kesempatan dialog.

 

Sementara itu pihak PLN mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah, jadi PLN hanya menjalankannya. “Bagi pihak PLN, kenaikan TDL tersebut sangat dilematis. Di satu sisi PLN harus mempertimbangkan hati nurani, di sisi lain PLN harus mengikuti kebijakan pemerintah,” ungkap Direktur PLN Sumatra Barat Syawaludin Sofyan yang akrab disapa adek.  

 

Dialog yang mengusung tema Menyikapi Penyesuaian Tarif Dasar Listrik Tahun 2010, Langkah Apa yang Harus dilakukan? akhirnya menyepakati beberapa rekomendasi,  diantaranya menyeimbangi kenaikan dengan  pelayanan yang baik,  mentera ulang alat ukur sesuai layaknya 10 tahun sekali agar konsumen tidak dirugikan dan meminta pihak PLN mengedukasikan masyrakat sebelum menaikan Tarif Dasar Listrik agar tidakk terjadi kesalah fahaman oleh masyarakat awam.  Rekomendasi ini sedikit banyaknya akan menyeimbangi kenaikan tersebut.

 

Secara terinci kenaikan TDL tersebut dikatagorikkan  tiga sector, Rumah tangga, Bisnis, dan industry : Rumah tangga- 1.300 VA Rp 672/kwh jadi Rp 793/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 24.000 -  2.200 VA Rp 675/kwh jadi Rp 797/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 43.000 - 3.500 s/d 5.500 VA Rp 755/kwh jadi Rp 891/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan per bulan Rp 87.000Bisnis - 1.300 VA Rp 685/kwh jadi Rp 795/kwh, naik 16 percent dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 22.000 2.200 VA-5.500 VA. Rp 782/kwh jadi Rp 907/kwh, naik 16 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 38.000 - Diatas 200 kilo VA (KVA) Rp 811/kwh jadi Rp 908/kwh, naik 12 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 20.653.000 per bulan. Industri- 1.300 VA Rp 724/kwh jadi Rp 767/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 8.000 -2.200 VA Rp 746/kwh jadi Rp 790/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 12.000 - 2.200 VA - 14 kVA Rp 840/kwh jadi Rp 916/kwh, naik 9 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp. 66.000 >14 kVA - 200 kVA Rp 805/kwh jadi Rp 878/kwh, naik 9 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 822.000- Diatas 200 kva. Rp 641/kwh jadi Rp 737, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 30.227.000\- Diatas 30.000 kVA Rp 529/kwh jadi Rp 608/kwh, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp 1.315.696.000 per bulan.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait