Berita Kota Bukittinggi


Nasrul Azwar: Jangan Bingung Menentukan Ide Liputan

Kota Bukittinggi | Minggu, 12/11/2017 23:03 WIB | Putri Diana

 

Suarakampus.com- Fasilitator, Nasrul Azwar mengatakan bahwa jurnalis warga atau citizen jurnalism harus bisa menentukan ide dan tidak bingung menentukan ide dalam membuat berita. Jurnalis warga dapat membuat dengan kejadian-kejadian  di lingkungan masyarakat dapat dijadikan berita. 
“Jurnalis warga atau citizen jurnalism diharapkan bisa menjadi penyambung informasi dari masyarakat kepada publik, sehingga peran mereka sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nasrul Azwar sebagai fasilitator dalam Workshop Jurnalisme Warga Antikorupsi di Koto Gadang Bukittinggi, Jumat (10/11) malam.
Menurut Nasrul Azwar, berita adalah kegiatan melaporkan atau mereportasekan  suatu peristiwa. “Sebelum melaksanakan simulasi liputan besok, harus paham berita dan musti ada unsur 5W+1H pada berita yang akan kita buat,” kata pengelolasumbarsatu.com. 
Ia memapaparkan, banyak liputan dapat ditemukan di Koto Gadang  untuk menjadi bahan berita bagi peserta workshop. “Jangan bingung untuk memberitakan sesuatu di desa yang melahirkan sosok-sosok besar Indonesia ini, sebagai contoh memberitakan penghasilan pengrajin perak di Koto Gadang ini. Jangan lupa membuat daftar pertanyaan sebagai persia spot pan sebelum lipuatan,” paparnya.
Pria yang akrab disapa Mak Naih itu mengharapkan, peserta yang dimentorinya menjadi penulis, meski tidak bergelut pada proferi kewartawanan. “Saya inginkan teman-teman yang saya mentori ini terus menulis, tidak terlepas dari kegiatan pada hari ini saja, namun bisa direalisasikan sesuai bidang yang sedang geluti,” harapnya. (CIS)

Suarakampus.com- Nasrul Azwar mengatakan bahwa jurnalis warga atau citizen jurnalism harus bisa menentukan ide dan tidak bingung menentukan ide dalam membuat berita. Jurnalis warga dapat membuat dengan kejadian-kejadian  di lingkungan masyarakat dapat dijadikan berita. 


“Jurnalis warga atau citizen jurnalism diharapkan bisa menjadi penyambung informasi dari masyarakat kepada publik, sehingga peran mereka sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nasrul Azwar sebagai fasilitator dalam Workshop Jurnalisme Warga Antikorupsi di Koto Gadang Bukittinggi, Jumat (10/11) malam.


Menurut Nasrul Azwar, berita adalah kegiatan melaporkan atau mereportasekan  suatu peristiwa. “Sebelum melaksanakan simulasi liputan besok, harus paham berita dan harus ada unsur 5W+1H pada berita yang akan kita buat,” kata pengelola sumbarsatu.com tersebut


Ia memapaparkan, banyak liputan dapat ditemukan di Koto Gadang  untuk menjadi bahan berita bagi peserta workshop. “Jangan bingung untuk memberitakan sesuatu di desa yang melahirkan sosok-sosok besar Indonesia ini, sebagai contoh memberitakan penghasilan pengrajin perak di Koto Gadang ini. Jangan lupa membuat daftar pertanyaan sebagai persiapan sebelum lipuatan,” paparnya.


Pria yang akrab disapa Mak Naih itu mengharapkan, peserta yang dimentorinya menjadi penulis, meski tidak bergelut pada profesi kewartawanan. “Saya inginkan teman-teman yang saya mentori ini terus menulis, tidak terlepas dari kegiatan pada hari ini saja, namun bisa direalisasikan sesuai bidang yang sedang geluti,” harapnya. (CIS)

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: