Berita Kota Padang


Gelar Diskusi Publik, KI Pusat Bahas Sengketa Informasi

Kota Padang | Rabu, 07/02/2018 18:40 WIB | Muhammad Iqbal

Suarakampus.com- Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat, Arif Adi Kuswardono menjelaskan sengketa informasi saat memberikan materi diskusi publik dengan tema “Mengembangkan Permohonan Informasi Publik Sengketa Informasi sebagai Bahan dan Materi Liputan” di Ruang Senat, Universitas Negeri Padang, (02/07).


Arif menyampaikan, sengketa informasi merupakan sengketa yang terjadi antara badan publik terhadap pemohon informasi yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi publik berdasarkan peraturan perundang-undangan. “Penjelasan itu, berdasarkan Pasal 1 angka 5 UU KIP dan Pasal 1 angka 3 Perki 1/2013,” jelasnya.


“Seluruh pengajuan telah diatur dalam perundang-undangan, dalam Pasal 1 angka 5 UU KIP menjelaskan aturan terjadinya sengketa informasi, sedangkan Pasal 1 angka 3 Perki mengatur jangka waktu pengajuan sengketa informasi,” ungkap Arif pada kegiatan yang bersamaan dengan Hari Pers Nasional di Sumatera Barat itu.


Arif menambahkan, sengketa informasi diajukan kepada Komisi Informasi sesuai dengan  tingkatan kewenangan diantaranya pada KI Pusat, KI Provinsi hingga KI Kabupaten dan Kota. “Agar si pengaju tidak keliru, persyaratan yang diajukan harus sesuai dengan tata cara dan prosedur yang telah ditetapkan oleh KI,” tambahnya.


“Pemohon adalah pengguna informasi publik yang mengajukan permohonan kepada Komisi Informasi berdasarkan pada Pasal 1 ayat 7 UU No.14 Tahun 2008 dengan alasan pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID),” lanjut Arif.


Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kata Data.co.id, Metta Dharmasaputra mengatakan, transparansi dan akuntabilitas informasi adalah bagian dari pilar demokrasi serta pemerintahan yang baik. “Pemerintah harus memaknai bahwa pemenuhan hak warga terhadap informasi bisa berguna untuk meningkatkan kinerja aparatur negara,” ujarnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait