Berita Sumatera Barat


Antisipasi Kekerasan Terhadap Wanita di Sumbar

Sumatera Barat | Minggu, 11/02/2018 18:51 WIB | Cani Silpina, Lisa Arischa, Jul Mardiyah, Zikra Mulyani

Suarakampus.com- Apa faktor yang melatarbelakangi sehingga banyak terjadinya kekerasan terhadap wanita belakangan ini? “Maraknya tindak kekerasan terhadap wanita yang terjadi di Indonesia belakangan ini dipicu karena faktor ekonomi, agama yang lemah, serta lingkungan tempat ia tinggal.

 

Berikut wawancara khusus reporter Suara Kampus dengan Ketua Dharma Wanita Sumatera Barat (Sumbar), Anita Ali Asmar yang membahas seputar Antisipasi Kekerasan Terhadap Wanita di Sumbar.

 

Pada umumnya kekerasan seperti apa yang sering terjadi pada masyarakat?

“Kekerasan yang terjadi adalah kekerasan terhadap wanita dalam rumah tangga. Kekerasannya seperti wanita yang ditelantarkan oleh suaminya karena wanita lain, bahkan sampai melakukan kekerasan fisik.”

 

Sejauh ini bagaimana peran DWP untuk memberantas atau mencegah kekerasan pada wanita di Sumbar ini?

“Salah satu cara yang dilakukan oleh DWP Provinsi Sumbar dalam mengantisipasi kekerasan terhadap wanita adalah dengan mengadakan sosialisasi secara berkala seperti parenting untuk para ibu-ibu rumah tangga.”

 

Lalu bagaimana antisipasi untuk wanita yang belum berumah tangga untuk kekerasan yang marak terjadi?

“Kami dari DWP Sumbar juga menggandekan sosialisasi untuk para ibu-ibu yang tujuannya agar menjalankan keluarga yang sakinah mawadah warohmah serta mampu mendidik anak-anak dengan baik.”

 

Bagaimana wanita seharusnya agar bisa mengantisipasi kekerasan yang terjadi terhadap dirinya?

“Wanita harus selalu ingat tanggung jawab serta tugasnya terhadap keluarga sehingga jika hal tersebut bisa terlaksana, maka kecil kemungkinan tindak kekerasan dalam rumah tangga terjadi.”

 

Bagaimana untuk mengurangi kekerasan pada wanita?

“Peran yang harus dimiliki wanita guna mengurangi tindak kekerasan dengan para ibu-ibu bisa saling mengerti kebutuhan suami. Ibu-ibu sebaiknya harus selalu ingat tanggung jawab serta tugasnya terhadap keluarga sehingga jika hal tersebut terlaksana, maka kecil kemungkinan tindak kekerasan dalam rumah tangga terjadi.”

 

Apakah ada menerima pengaduan kekerasan di Sumbar?

“Terkhusus di Sumbar belum ditemukan pengaduan yang begitu parah seperti kota lainnya. Selama mejabat, setahu ibu pengaduannya baru berupa istri yang ingin mengugat cerai suaminya karena merasa tidak cocok lagi, tetapi yang kekerasan fisik tidak ada.”

 

Apa harapan ibuk untuk wanita di Sumbar?

“Semoga semua wanita bisa sejahtera dan kedepannya tidak terjadi lagi kekerasan terhadap wanita yang marak akhir-akhir ini.”

 

Sumber: Arsip Majalah Suara Kampus Edisi IV "Rekam Jejak Sang Ulama"



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: