Berita Salingka Kampus


Pedagang: Uang Sewa Rp 100 Ribu Terlalu Berat

Salingka Kampus | Senin, 19/03/2018 18:59 WIB | Alif Ilham (Mg), Neni Cahnia (Mg), Sintia (Mg)

Pasca dibentuknya tim bisnis (pengelola Badan Layanan Umum) UIN Imam Bonjol Pada

Suarakampus.com- Pasca dibentuknya tim bisnis (Pengelola Badan Layanan Umum) UIN Imam Bonjol Padang, pihak kampus mengeluarkan kebijakan terkait tarif sewa tempat Rp100 ribu per bulan bagi pedagang kaki lima. Kebijakan ini menuai kontroversi bagi pedagang, begitu juga mahasiswa.

Nurita, pedagang batagor yang biasa berjualan di depan parkiran mengatakan, pada bulan ini (Maret) seluruh pedagang diharuskan membayar uang Rp. 300 ribu kepada kampus. "Terhitung sejak Januari, Februari dan Maret, sebagai uang sewa, katanya untuk pembangunan kantin," kata dia saat diwawancarai suarakampus.com, Rabu (14/03).

Ia mengatakan, uang sewa yang ditetapkan pihak kampus terlalu berat, pasalnya pendapatan berjualan batagor tidak sebanding dengan harga sewa. "Saya keberatan dengan diberlakukannya sistem tersebut, tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk sewa jualan di kampus ini," ungkapnya.

Selain itu, Nurita juga mengaku sering mendapat teguran dari pihak kampus karena berjualan di depan parkiran itu. Pihak kampus berdalih atas teguran itu tentang rencana akan dibangunnya taman bunga di parkiran. "Saya sering mendapat teguran dari kampus, karena akan dibangun taman bunga di parkiran ini," tutur dia.

Akan tetapi, keberadaan pedagang batagor itu berdasarkan pengamatan suarakampus.com tidak mengganggu pembangunan taman bunga yang masih dalam perencanaan itu.

Pedagang lainnya, Yulidar juga mengaku keberatan dengan kebijakan itu, karena penghasilan yang tak sebanding dengan uang sewa. "Sehari paling banyak dapat lima puluh ribu rupiah, itu hanya cukup untuk belanja keseharian, cabai, sayur," ungkap perempuan yang akrab disapa Amak ini.

Menanggapi hal itu, salah seorang mahasiswa Ahmad Rafiki Alhamdini mengatakan, untuk merealisasikan kebijakan itu, pihak kampus semestinya menyediakan tempat terlebih dahulu. "Jadi sebelum disuruh pindah, bangunan untuk berjualan sudah lebih dahulu ada," tegasnya.

Dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Umum UIN Imam Bonjol Padang Mardius membenarkan hal itu. Ia mengatakan, kebijakan kampus itu guna mensterilkan bagian depan kampus agar terlihat indah dan menyatukan tempat berjualan. "Saya dapat sinyal dari rektor untuk mensterilkan di depan ini, untuk sementara, pedagang di suruh pindah ke belakang," tutur dia pada suarakampus.com, Jumat (16/03).

Terkait perencanaan pembangunan kantin, tutur Mardius, belum ada perencanaan yang pasti. "Belum ada kepastiannya," ucapnya.

Dari informasi yang diterima suarakampus.com, terdapat 15 pedagang yang akan ditempatkan di kantin yang masih dalam perencanaan itu. Untuk sementara, pedagang-pedagang itu dipindahkan ke samping gedung baru Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama.
(Dil)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait