Berita Salingka Kampus


Problematika Jurusan Baru di FUSA

Mahasiswa: Kami Kira Tidak Ada Terjadi Apa-Apa

Salingka Kampus | Rabu, 28/03/2018 18:26 WIB | Rafika Ridha Izzati

Problematika Jurusan Baru di FUSA

Suarakampus.com  -Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 7355 Tahun 2016, tentang Penyesuaian Nomenklatur Program Studi pada IAIN Imam Bonjol Padang, Prodi Tafsir Hadits Fakultas (TH) Ushuluddin dan Studi Agama-agama (FUSA) dibagi menjadi dua, yakni Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) dan Ilmu Hadits (IH).


"Dirjen Pendis meminta agar Prodi TH UIN Imam Bonjol Padang tidak ada lagi ke depannya, harus diganti namanya," ungkap Hetty Waluati Triana saat memberikan penjelasan kepada 450 mahasiswa (TH) di Aula FUSA, Rabu (07/03).


Namun proses pembagian ini tidak terwujud karena BAN-PT tidak bisa mengeluarkan akreditasinya. Hetty mengatakan, mengulang kata pihak BAN-PT, SK Prodi IAT dan IH tidak bisa dikeluarkan karena tidak ada aturan yang bisa mengeluarkan akreditasi sekali dua.


"BAN-PT mengatakan bisa saja mengeluarkan akreditasi Prodi IH tapi tidak atas nomenklatur melainkan atas nama penambahan Prodi baru. Sia-sia usaha kita," kata Hetty.


Setahun kemudian (2017), Dirjen Pendis kembali mengeluarkan Keputusan Nomor 6811. Namun, surat kali ini memutuskan Prodi TH hanya dirubah namanya menjadi Prodi IAT saja. Tidak jadi dibagi dua.


"Karena tidak bisa dibagi dua, jadi hanya satu prodi saja, yaitu IAT," tutur Hetty.


Keburu Membagi

Setelah terbitnya keputusan Dirjen Pendis yang pertama, pihak FUSA segera membagi mahasiswa Prodi TH menjadi dua. Proses pembagiannya mahasiswa yang ada disuruh untuk memilih antara Prodi IAT atau Prodi IH. Saat itu, 40 orang Prodi TH memilih Prodi IAT selebihnya memilih Prodi IH sekitar 15 orang.


"Kami disuruh memilih, ya kami pilih, tapi kami kecewa karena kemarin itu tidak jelas keberadaan Prodinya," kata salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya.


Keburu Menerima Mahasiswa Baru

Waktu penerimaan mahasiswa baru tahun 2017, pihak FUSA membuka dan menerima mahasiswa baru untuk Prodi IAT dan Prodi IH Tahun Akademik 2017/2018. Alhasil, Prodi IAT dan Prodi IH berhasil merekrut mahasiswa baru masing-masing sebanyak dua kelas.


"Kami awalnya tidak tahu mengenai eksistensi Prodi ini, kami kira tidak terjadi apa-apa, " kata salah satu diantaranya saat pertemuan antara mahasiswa FUSA dengan Rektorat di Aula FUSA, Rabu (07/03).


Menaggapi hal ini, Hetty mengatakan bahwa setelah adanya keputusan perubahan nomenklatur tersbut sudah bisa membuka prodi baru.


"Kalau sudah adanya SK, berarti sudah bisa membuka (Prodi baru) walaupun belum terakreditasi di BAN-PT," katanya.


Akibat dari tidak keluarnya akreditasi ini, mahasiswa yang telah dibagi kemudian disatukan lagi menjadi mahasisswa Prodi TH lagi dan mahasiswa baru tersebut juga menjadi mahasiswa prodi TH. (Sdq)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: