Berita Salingka Kampus


Rangkuman Perihal LGBT Saat Seminar LGBT

Salingka Kampus | Selasa, 24/04/2018 20:05 WIB | Nuraini (Mg)

Fakltas Adab dan Humaniora (FAH) adakan seminar nasional tentang LGBT dalam rang

Suarakampus.com- Fakltas Adab dan Humaniora (FAH) adakan seminar nasional tentang LGBT dalam rangka memperingati hari jadi FAH ke-5. Acara itu mengahadirkan empat narasumber, diantaranya Armen Ahmad, Dewi Inong Iriana, Wakidul Kohar, dan Sinyo Egie. Berikut penyampaiannya yang dirangkum suarakampus.com.


Ketua Subbagian Penyakit Tropik dan Infeksi Armen Ahmad mengatakan, penyakit AIDS HIV bisa menular melalui seks, air mani, ASI, dan jarum suntik yang tidak steril. Orang yang terindikasi HIV baru bisa diketahui setelah beberapa bulan.


"Mereka merasa dirinya sehat-sehat saja hingga beberapa bulan barulah datang gejala seperti ruam di kulit. Untuk obat sendiri sangat mahal sekali, suntikan obat bisa Rp 700 ribu," kata Armen Selasa (24/04) Di Gedung Serab Guna UIN Imam Bonjol Padang.


Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin Dewi Inong Iriana, mengatakan seorang pria lebih banyak menular penyakit kelamin. Ia mengingatkan agar pria tidak pernah mencoba melakukan tindak LGBT. "Lelaki sering merasa aman sesama dia padahal resikonya sangat berbahaya, prilaku ini sama dengan narkoba sekali coba bisa kecanduan," katanya.


Ketua Yayasan Peduli Sahabat Sinyo Egie mengatakan, pelaku boleh dikatakan LGBT bila telah melakukan tindak LGBT. Katanya, jika baru sekedar menyukai sesama jenis, pelaku belum termasuk LGBT. "Untuk mereka yang telah terlihat tanda-tanda perilaku ini bukan dihina atau dikucilkan tetapi dirangkul dan diajarkan untuk kembali ke jalan-Nya," katanya.


Sementara, Dekan FAH Wakidul Kohar mengharap agar pengetahuan LGBT ini dapat disebarluaskan dengan baik. Ia juga mengatakan agar mahasiswa UIN IB Padang tidak ada yang terjebak ke dalam LGBT, apalagi ada niat untuk melakukannya."Semoga dengan seminar ini pengetahuan LGBT dapat di publikasikan," harapnya.  


Pada seminar ini juga menghadirkan mantan pelaku LGBT khususnya korban sodomi, sebut saja Kumbang (nama samaran), Kumbang mengatakan awal terjebaknya ia ke dalam LGBT karena masalah ekonomi pribadi. "Saya berhenti karena saya sudah merasa gejala HIV, mulai dari sering demam dan turun berat badan secara drastis," katanya. (Sdq)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: