Berita Salingka Kampus


Liput Aksi Demo Gugat Prosedur Pemira UIN IB Padang, Dua Jurnalis Mahasiswa Diintimidasi

Salingka Kampus | Kamis, 10/05/2018 02:44 WIB | Redaksi

Dua orang jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus Universitas Islam N

Suarakampus.com- Dua orang jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang diintimidasi saat peliputan aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) rangka menggugat prosedur Pemilu Raya (Pemira), Rabu (09/05).

 

Kronologis kejadian, saat itu dua jurnalis mahasiswa LPM Suara Kampus sedang meliput aksi AMPK menyegel ruangan Senat Mahassiswa-Universitas (SEMA-U) di gedung LP2M. Ketika mengambil gambar (video-red), salah seorang peserta aksi mendatangi Fitrah Al Sidiq dan Fadhil Anriva Maulana. Dia meminta video yang diambil agar dihapus. Tidak berapa lama, peserta aksi yang lain ikut mengelilingi Sidiq dan Fadhil.

 

Awalnya, Sidiq dan Fadhil menolak untuk menghapus gambar yang diambil. Dia menyebutkan, kalau mereka sedang melaksanakan tugas liputan. Lalu, salah seorang peserta aksi, Randa Afrizalsandra bersikeras agar gambar tersebut dihapus dan berupaya untuk merampas handphone  (hp) milik Sidiq. “Mereka menggenggam tangan dan hendak merebut hp saya, saat itu saya sedang mengambil video,” ujar Sidiq beberapa saat usai kejadian.

 

Sidiq menyebutkan selama melaksanakan liputan, tidak ada larangan untuk mengambil gambar. “Tidak ada larangan, lagian itu tempat umum. Itu ruangan SEMA, semua mahasiswa UIN IB Padang punya hak atas ruangan tersebut. Ini sudah menghalang-halangi tugas jurnalistik, kita bekerja sesuai kode etik dan undang-undang yang berlaku,” jelasnya.

 

Diceritakan Sidiq, peserta aksi yang meminta agar gambar penyegelan ruangan SEMA-U dihapus beralasan kalau sebelumnya sudah ada kesepakatan agar tidak ada yang mengambil gambar ketika aksi penyegelan ruangan SEMA-U. Oleh karena itu, Afrizal dan rekannya Sosra Mython terus bersikeras agar gambar itu dihapus. Dia meminta membuka pola kuci hp dan menghapus gambar yang telah diambil, kata Sidiq.

 

“Buka (kuci pola) hp itu dan hapus cepat,” ujar Sidiq mengulangi perkataan Afrizal.

 

Seorang Satpam Kampus UIN IB, Nofriandi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan kalau keberadaannya hanya untuk mengamankan lokasi. “Kami tidak ada pro atau kontra ke salah satu pihak, tugas kami hanya mengamankan saja,” ujarnya.

 

Selain itu, Pimpinan Umum LPM Suara Kampus, Naufal Ash Siddiq menyebutkan, tidak ada pembenaran atas perlakuan tersebut. Anggota kita itu menjalankan tugasnya sesuai kode etik dan undang-undang yang berlaku. “Kita tidak terima hal seperti ini, kita akan somasi,” ungkapnya.

 

Dikatakannya, tindakan yang dilakukan peserta aksi itu adalah tindakan bodoh, sama sekali tidak mencerminkan dirinya seorang mahasiswa. “Tidak ada larangan untuk meliput aksi tersebut. Ini sudah menciderai kebebasan pers. Seharusnya, mereka sebagai mahasiswa lebih paham tentang hal itu,” ungkap Naufal.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: