Berita Salingka Kampus


Presma Terpilih: Gugatan Paslon I Tak Logis

Salingka Kampus | Rabu, 16/05/2018 10:24 WIB | Muhammad Iqbal

Sumber: Fb Khairul Fajri

 

Suarakampus.com- Presiden Mahasiswa (Presma) terpilih UIN Imam Bonjol Padang Khairul Fajri mengatakan, gugatan yang dilontarkan oleh Paslon I tidak logis. Dalam gugatan tersebut Paslon I menuntut agar perhitungan suara di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dihanguskan.
Khairul mengatakan, surat gugatan yang diajukan pada panitia tidak ada tanda tangan Paslon I yang ada hanya tanda tangan Ketua Tim Pemenangan Paslon I. "Menurut saya ini tidak etis," ungkapnya di Gedung Rektorat, Rabu (16/05).
Ditemui secara terpisah, Paslon I Mukhsin keberatan pada permasalahan absensi peserta Pemira di FEBI yang dibedakan dengan fakultas lainnya. "Kalau semua sesuai prosedur, kami tidak akan menuntut hal itu," ungkapnya.
"Kami tidak mempermasalakan jumlah suara, yang kami permasalahkan teknis yang beda pada absensi peserta Pemira Badunsanak di FEBI," ujar Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu.
Sementara itu, Ketua panitia Pemira, Tasril mengatakan, perhitungan suara di FEBI dinyatakan sah karena tidak ada terjadi kekeliruan oleh panitia dan pengawas. "Panitia dan pengawas tidak ada mengalami kebuntuan bahkan kekeliuran dari teknis maupun suara yang diperoleh, maka dari itu suara di FEBI kami nyatakan sah," tuturnya.

Suarakampus.com- Presiden Mahasiswa (Presma) terpilih UIN Imam Bonjol Padang Khairul Fajri mengatakan, gugatan yang dilontarkan oleh Paslon I tidak logis. Dalam gugatan tersebut Paslon I menuntut agar perhitungan suara di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dihanguskan.

 

Khairul mengatakan, surat gugatan yang diajukan pada panitia tidak ada tanda tangan Paslon I yang ada hanya tanda tangan Ketua Tim Pemenangan Paslon I. "Menurut saya ini tidak etis," ungkapnya di Gedung Rektorat, Rabu (16/05).

 

Ditemui secara terpisah, Paslon I Mukhsin keberatan pada permasalahan absensi peserta Pemira di FEBI yang dibedakan dengan fakultas lainnya. "Kalau semua sesuai prosedur, kami tidak akan menuntut hal itu," ungkapnya.

 

"Kami tidak mempermasalakan jumlah suara, yang kami permasalahkan teknis yang beda pada absensi peserta Pemira Badunsanak di FEBI," ujar Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu.

 

Sementara itu, Ketua panitia Pemira, Tasril mengatakan, perhitungan suara di FEBI dinyatakan sah karena tidak ada terjadi kekeliruan oleh panitia dan pengawas. "Panitia dan pengawas tidak ada mengalami kebuntuan bahkan kekeliuran dari teknis maupun suara yang diperoleh, maka dari itu suara di FEBI kami nyatakansah," tuturnya.

 

Ketua Sema-U, Fitriana mengatakan keputusan yang dilimpahkan kepada panitia merupakan kesepakatan bersama dan apapun hasilnya harus diterima oleh kedua Paslon. "Panitia sudah musyawarah dan didapatkan mufakat bahwa Paslon II menjadi Presma dan Capresma nantinya," ungkapnya via WhatsApp, Selasa (15/05).

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait