Berita Salingka Kampus


Hindari Kecurangan, UM-PTKIN Bentuk Empat Seri Soal

Salingka Kampus | Selasa, 22/05/2018 14:32 WIB | Putri Diana

UIN Imam Bonjol (IB) melangsungkan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Suarakampus.com- Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang digelarr di UIN Imam Bonjol Padang laksanakan dengan alur pembagian empat seri soal. hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecurangan oleh peserta, Selasa (22/05).


"Dengan adanya empat seri soal, peserta tidak bisa saling contek dengan teman bangku sebelah," terang Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan kelembagaan Hetty Waluati sekaligus Ketua Panitia UM-PTKIN.


Hetty menambahkan, panitia pelaksana sempat mecurigai peserta karena foto dan nomor teleponnya berbeda. "Kami sempat curiga, tapi kami langsung cek dengan membandingkan foto dan menelepon orangtua dari peserta," jelasnya.


Selain itu kata Hetty, kendala juga terjadi pada beberapa pengawas yang terlambat. "Untungnya kami segera tangani dengan menggantikan dengan pengawas yang sudah standby," ungkapnya.


Peserta Ujian Furqan mengeluhkan  durasi yang diberikan dalam menyelesaikan soal. "Pada ujian ini hanya diberi waktu 120 menit untuk 100 soal, padahal saat tes ujian masuk perguruan tinggi di sekolah, 120 menit itu untuk 50 soal," tuturnya. (Laa)

Suarakampus.com- UIN Imam Bonjol (IB) melangsungkan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dengan pelaksanaan Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) pada sistem pembagian soal meliputi empat soal. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan kelembagaan Hetty Waluati yang menyebutkan bahwa strategi supaya mencegah kecurangan, Selasa (22/05).WR I: Strategi Pembagian Soal UM-PTKIN Cegah Kecurangan
Hetty selaku Ketua Panitia UM-PTKIN mengatakan, tidak ada perbedaan prinsip ujian dari tahun lalu, namun untuk untuk meminimalisir ada alur pembagian dari empat seri soal. "Peserta tidak bisa saling contek dengan teman bangku sebelah," katanya saat ditemui di posko UM-PTKIN.
Ia melanjutkan, sebanyak 141 peserta yang tidak mengikuti ujian dari 2.402 yang mendaftar, diantaranya ada 101 peserta PBT dan 14 peserta CBT.
terkait kesalahan teknis pada pelaksanaan ujian, Hetti menyampaikan ada kecurigaan terhadap peserta karena foto dari peserta dan nomor teleponnya berbeda, "Sempat dicurigai sebagai calo ujian, tapi kami langsung cek langsung dengan membandingkan foto dan menelepon orangtua dari peserta," jelasnya.
"Bukan hanya pada peserta,kendala juga terjadi pada beberapa pengawas yang terlambat, untungnya kami segera tangani dengan menggantikan dengan pengawas yang sudah standby," ucapnya.
Seorang peserta Furqan menyampaikan, UM-PTKIN tidak ujian pertama baginya, namun waktu yang diberikan sedikit menjadi faktor penghambat untuk menyelesaikan soal. "Sayangnya UIN IB hanya memberikan 120 menit untuk 100 soal, padahal saat tes ujian masuk perguruan tinggi di sekolah diberikan 120 menit untuk 50 soal," tuturnya.
 
Furqan berharap semoga hasil dan saat penilaian dari UM-PTKIN nantinya tidak mengecewakan. "Semoga saya bisa lulus dan bisa ikut menjadi mahasiswa UIN IB," harap 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: