Berita Salingka Kampus


Kuasa Hukum Okta: Ini Tidak Adil

Salingka Kampus | Selasa, 28/08/2018 15:26 WIB | Fitrah Al Sidiq, Fadhil Anriva

Okta Sandi mahasiswa Prodi Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN

Suarakampus.com- Okta Sandi mahasiswa Prodi Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam bonjol Padang sudah 15 hari ditahan di Polsek Kuranji, Kota Padang, karena tuduhan penganiayaan dengan pasal 351 KUHP.


Sementara itu, kuasa hukum Okta (panggilannya), Wilson Saputra, menyesalkan pihak kepolisian yang menetapkan Okta sebagai tersangka dengan pasal 351 KUHP. Menurutnya, Okta hanyalah si pembela diri saat dikeroyok pada Jumat 10 Agustus lalu oleh dua warga Komplek Taruko, Kota Padang.


“Ini tidak adil, Okta yang diserang justru Okta pula yang ditahan,” katanya saat diwawancarai temui suarakampus.com di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (28/08).


Okta Sandi adalah garin di Mushalla Nurul Jadid Komplek Taruko, Kecamatan Kuranji, Kota Padang sejak dua tahun lalu. Jumat (10/08) pukul 20:00 WIB, saat Okta memasukkan motornya ke gudang penyimpanan, ia didatangi oleh Fahmi Riza dan Inop. Fahmi lalu memukul Okta dan Inop menjaga di bagian pintu. Saat itu juga, Okta mengambil kapak yang ada di dekatnya dan menghadangkanya ke Fahmi agar berhenti memukulinya. Akhirnya Okta berhasil lari dari dalam ruangan itu dan keduanya terus mengejar Okta.


Keduanya berhasil mengejar dan Fahmi memukulinya lagi. Kali ini, Inop tidak hanya menonton melainkan ikut memegang tangan Okta. Saat aksi pemukulan kedua kalinya, Fahmi terkena luka pada bagian kepala dan pelipis mata.


Malam itu juga, pihak keluarga melaporkannya ke Polsek Kuranji. Dua hari setelah itu, Okta ditahan hingga sekarang.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: