Berita Salingka Kampus


Soal Kasus Okta, Rektor: Kita Terlambat Tahu

Salingka Kampus | Jumat, 31/08/2018 16:43 WIB | Fitrah Al Sidiq, Fadhil Anriva

SD

Suarakampus.com- Penanganan kasus Okta Sandi, mahasiswa yang menjadi tahanan Polsek Kuranji dengan pasal 351 KHUP tentang panganiayaan sejak 10 Agustus lalu, terkesan dibiarkan pihak kampus. Pasalnya, hingga soal menghadirkan pengacara pun hanya diselesaikan oleh mahasiswa Tafsir Hadits sendiri, teman-teman sekelas Okta.


Dedi Edrianto, mahasiswa yang selalu mengikuti perkembangan kasus ini, sempat mengeluh. Mulai dari minimnya antusias pihak kampus dari segi materil, juga kurangnya semangat memperjuangkan mahasiswanya sendiri. Bahkan ia menerima perkataan yang tidak sepatutnya diterimanya, katanya.

 

“Kami tidak bisa menangani kasus ini karena kasus ini terjadi bukan di dalam kampus dan terjadi di luar jam perkuliahan, “ kata Dedi mengulang kata yang didapatinya dari seorang pejabat kampus, Senin (20/08).


Ketika ditemui pada Rabu (29/08), Rektor UIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman mengatakan, memang kasus ini lambat ia ketahui, yakni delapan hari setelah kejadian. Itupun karena ada beberapa orang mahasiswa Tafsir yang datang langsung mengabari ke rumahnya. “Jadi kita terlambat tahu,” kata Eka.


Setelah mengetahui kasus ini, Eka mencoba menghubungi Kapolres Kota Padang untuk mengabari kasus ini versi mahasiswa, juga meminta agar kasus ini ditangani secara baik dan benar. Selain itu ia juga meminta pengacara UIN agar dapat menangani kasus ini. “Hanya saja keberadaannya sedang di luar kota,” kata Eka.


Ia pun juga telah mengutus Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kelembagaan Syafrial, ke Taruko, rumah pelaku yang memukul Okta guna memohon agar kasus ini sama-sama diselesaikan secara damai. Juga, telah mengutus bagian Satpam UIN dengan tujuan yang sama.


Hingg sekarang, Syarfial belum bisa ditemui dan tidak sedang berada di kantor saat ditemui.


Sementara, AS, utusan Satpam UIN sudah menemui beberapa tetangga dan orang-orang sekitaran keluarga Fahmi. Namun jalan damai tampaknya tidak bakal diterima, katanya, Kamis (30/08).



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait