Berita Salingka Kampus


Dosen Hukum Pidana UIN: Penahanan Okta Sandi Bertentangan dengan Pasal Pembelaan Diri

Salingka Kampus | Sabtu, 01/09/2018 21:59 WIB | Rafika Ridha

ADFA

Suarakampus.com- Penahanan Okta Sandi dalam perkara dugaan penganiayaan disinyalir bertentangan dengan Pasal 49 KUHP ayat 1. Hal ini dijelaskan oleh pakar Hukum Pidana Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang, Dasmy Delda, Kamis (30/08).

 

Berdasarkan pasal tersebut, Dasmy mengatakan bahwa seseorang tidak dapat dipidana karena keadaan terpaksa untuk membela diri, harta, atau orang lain yaitu saat seseorang terpaksa melakukan perlawanan.

 

"Kemungkinan Okta Sandi telah merasa kehilangan akal, sehingga tak sengaja melayangkan benda tajam kepada orang itu," kata dia saat diwawancarai suarakampus.com via whatsapp.

 

Berdasarkan kronologis kejadian, keterangan Dasmy tersebut sesuai dengan keadaan yang dialami Okta Sandi. Akan tetapi, Okta Sandi tetap ditahan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan Pasal 351 KUHP.

 

Menurut Dasmy, pasal yang menahan Okta Sandi di Polsek Kuranji, Kota Padang, itu tidak dapat diajukan karena pembelaan terpaksa atau darurat merupakan salah satu alasan penghapusan pidana.

 

"Sehingga Okta Sandi tidak dipidana," ujar dia.

 

Namun demikian, penahanan Okta Sandi akan memasuki hari kedua penahanan tahap II yang sebelumnya tahap I telah dilaluinya selama 20 hari.

 

Dasmy mengatakan, untuk menghilangkan gugatan Pasal 351 KUHP itu, Okta Sandi harus mendatangkan saksi dan bukti yang kuat pada persidangan. Ia juga mengatakan, bukti juga dapat diambil dari tanggapan masyarakat terhadap keseharian Okta Sandi. (Dil)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait