Berita Kota Padang


Bagi Desi Anwar, Jurnalis Harus Punya Perspektif

Kota Padang | Minggu, 08/09/2018 11:11 WIB | Lisa Arischa

Bagi Desi Anwar, Jurnalis Harus Punya Perspektif

 

Suarakampus.com- Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Desi Anwar mengatakan bahwa satu hal yang harus dimiliki oleh jurnalis adalah perspektif. Hal ini disampaikannya dalam Talkshow Nasional yang diadakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang, Sabtu (08/09).
 
“Tanpa adanya perspektif, maka itu bukan kebenaran, itu hanya opini,” ucap wanita yang akrab disapa mbak Desi ini.
 
Tambah Desi, perspektif ini berkaitan dengan cara seseorang harus melihat sesuatu.”Contoh saja ketika kita melihat dinding, jika kita melihat dari sisi depan, itu memang dinding, tetapi bagi yang lihat dari sisi atas bisa saja menganggap itu piramida,” paparnya.
 
Menurutnya, untuk membangun perspektif pada diri seseorang, sebaiknya biasakan membaca. “Semakin banyak membaca, kita semakin tahu mana sesuatu yang bernilai mana yang tidak,” tambahnya.
 
Desi berpesan kepada peserta agar membiasakan diri membangun kapasitas berpikir dengan membaca. “Semua harus berbasis pengetahuan, dengan pengetahuan kita tidak akan mudah digiring oleh berita yang tidak benar,”terangnya.

Suarakampus.com- Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Desi Anwar mengatakan bahwa satu hal yang harus dimiliki oleh jurnalis adalah perspektif. Hal ini disampaikannya dalam Talkshow Nasional yang diadakan oleh Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang, Sabtu (08/09) kemarin.
 

“Tanpa adanya perspektif, maka itu bukan kebenaran, itu hanya opini,” ucap wanita yang akrab disapa mbak Desi ini.
 

Tambah Desi, perspektif ini berkaitan dengan cara seseorang harus melihat sesuatu.”Contoh saja ketika kita melihat dinding, jika kita melihat dari sisi depan, itu memang dinding, tetapi bagi yang lihat dari sisi atas bisa saja menganggap itu piramida,” paparnya.
 

Menurutnya, untuk membangun perspektif pada diri seseorang, sebaiknya biasakan membaca. “Semakin banyak membaca, kita semakin tahu mana sesuatu yang bernilai mana yang tidak,” tambahnya.
 

Desi berpesan kepada peserta agar membiasakan diri membangun kapasitas berpikir dengan membaca. “Semua harus berbasis pengetahuan, dengan pengetahuan kita tidak akan mudah digiring oleh berita yang tidak benar,”terangnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: