Berita Kota Padang


Bawa Sejumlah Tuntutan, HMI Padang Demo di Gedung DPRD Sumbar

Kota Padang | Jumat, 21/09/2018 20:08 WIB | Alif (Mg), Arsyad (Mg)

Bawa Sejumlah Tuntunan, HMI Padang Demo di Gedung DPRD Sumbar

Suarakampus.com- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Padang melakukan aksi di gedung DPRD Sumatera Barat. Aksi ini berlangsung mulai pukul 13:30 hingga sore hari, Jumat (21/09).

 

Aksi ini di gelar sebagai bentuk protes terhadap kepemerintahan saat ini dan tindakan represif aparat kepolisian terhadap aktivis mahasiswa yang terjadi di beberapa daerah beberapa waktu lalu.

 

Saat orasi di depan gedung berlangsung, ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim keluar menemui massa dan mendengar tuntutan. Namun, massa menolak dan akan mau menyampaikan tuntutan itu hanya di dalam gedung.

 

"Kami akan menyampaikannya di dalam," kata salah seorang orator, Muslimin yang disambut takbir dari peserta lainnya.

 

Setelah berhasil melakukan audiensi, akhirnya massa diizinkan masuk dan menuju ruang rapat khusus DPRD. Di dalam, mahasiswa berhadapan dengan Hendra tanpa anggota lainnya karena sedang berada di pusat, kata Hendra.

 

Tuntutan Aksi dan Persetujuan

 

Setelah masa berada di ruang rapat, Muslimin selaku ketua himpunan, baru mulai menyampaikan tuntunan dan meminta ketua DPRD menandatangani surat tuntutan aksi.

 

Ada tujuh tuntutan aksi. Pertama, meminta pemerintah agar memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk mempercepat kekuatan kurs rupiah sesuai janji pemerintah. Kedua, menuntut pemerintah agar membatasi dan memperketat kebijakan impor barang dan jasa.

 

"Masa rupiah turun barang ekspor semakin banyak," kata Muslimin.

 

Ketiga, meminta pemerintah segera membuat langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor barang dan jasa. Pemerintah harus memberikan jaminan keharmonisan umat dan bangsa dalam proses pemilu 2019. Meminta pemerintah untuk mengeluarkan dan mengumumkan kepada publik hasil investigasi tim pencari fakta kasus Munir.

 

Selain itu, peserta aksi juga meminta pemerintah mengusut kasus Novel Baswedan. Meminta Kapolri menindak tegas aparat kepolisian Bengkulu mengenai kekerasan terhadap aktivis mahaiswa di Bengkulu beberapa waktu lalu.

 

"Masak masyarakat sipil dihadapkan dengan senjata dan pukulan oleh beberapa aparat kepolisian," katanya.

 

Usai menyampaikan tuntutan, ketua DPRD Sumbar menyetujui satu per satu tuntutan peserta aksi. "Ini saya setujui dan saya bawa ke pusat, sore ini saya akan ke Jakarta, menyusul kawan lainnya," kata Hendra. (Sdq)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: