Berita Salingka Kampus


Respon UIN IB Terhadap Bencana Alam Kota Palu

Salingka Kampus | Kamis, 04/10/2018 11:49 WIB | Neni Cahnia, Miranti Riana

fghjfh

Suarakampus.com- Pegawai dan dosen UIN Imam Bonjol (IB) Padang kumpulkan iuran sejumlah Rp 29,1 juta melalui group Whatsapp untuk membantu korban bencana alam di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, beberapa mahasiswa UIN IB juga akan berangkat ke tempat kejadian bencana sebagai relawan.

 

Seperti yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ikhwan Matondang, iuran sosial itu dimulai pada Senin (01/10) hingga Rabu (03/10) lalu. Cara pengumpulannya melalui group Whatsapp pegawai dan dosen. Selain itu, juga disediakan dalam bentuk daftar nama.

 

"Kalau jumlah keseluruhan dengan daftar nama itu belum dihitung," kata dia, Rabu (03/10).

 

Terkait penyaluran iuran sosial akan dikirim langsung bersama Kementerian Agama Pusat atau kunjungan ke Kota Palu melalui koordinasi dengan pihak Institut Agama Islam Negeri Palu.

 

"Waktunya belum ditentukan karena masih mengumpulkan dana, diupayakan secepatnya," kata dia, Rabu (03/10).

 

Ikhwan juga mengapresiasi dan mendukung tindakan mahasiswa yang akan menjadi relawan di Kota Palu. Ia berharap, mahasiswa UIN IB dapat meringankan beban masyarakat.

 

"Suatu sikap dan kepedulian yang luar biasa dari mahasiswa untuk ikut menyumbangkan materi dan juga tenaga di sana," ujar dia.

 

Wahyudi dan Ilham, pegiat Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Satuan Relawan Palang Merah Indonesia, berencana pergi ke Kota Palu dengan PMI Kota Padang pada Rabu (03/10) lalu. Akan tetapi keberangkatannya ditunda karena menunggu konfirmasi dari pihak kampus.

 

"Kami masih menunggu izin dari rektor," kata Wahyudi, yang menjabat sebagai Komandan KSR, Selasa (02/10).

 

Selain KSR, UKM Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Alphicanameru juga akan mengutus dua orang anggotanya sebagai relawan di Kota Palu. Saat ditemui pada Selasa (02/10), Ketua Mapala, Junaidi Putra mengatakan tengah menunggu konfirmasi dari tim Search And Rescue Kota Palu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

"Hingga saat ini, BPBD baru mengeluarkan SK untuk mengirim bantuan berupa pangan, belum berupa relawan," kata dia.

 

Berbeda dengan KSR, Junaidi yang akrab dengan sapaan Cibiang itu mengatakan, tidak memerlukan izin dari pihak kampus. "Izin atau tidak izin dari rektor, kami akan tetapi pergi ke Palu apabila telah dapat SK dari BPBD," ujarnya. (Dil)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait