Berita Salingka Kampus


Pandangan Pengamat soal Strategi Capres Menuju Pilpres 2019

Salingka Kampus | Jumat, 05/10/2018 16:14 WIB | Berlian Ulfami

Ilustrasi Capres dan Cawapres (kompas.com)

Suarakampus.com- Pengamat politik menilai pemilihan Calon wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia oleh masing- masing Calon Presiden (Capres) Jokowi dan Prabowo merupakan salah satu strategi untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

 

Dosen Politik Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang, Abrar menyebutkan strategi yang diambil oleh Jokowi dengan menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019. “Massa dari Ma’ruf Amin sangat banyak dan ini adalah peluang Jokowi,” tuturnya.

 

“Pemilihan Ma’ruf Amin mampu menghindari stigma masyarakat kepada Jokowi yang anti Islam,” tutur Abrar saat ditemui suarakampus.com di ruangannya, Jumat (05/10)

 

Sementara, Abrar melihat Prabowo sering mempublikasikan ke media sosialnya terkait isu tentang kegiatan keagamaan. “Ini akan menimbulkan kesan tersendiri untuk masyarakat, bahwa Prabowo adalah sosok pemimpin yang sangat dibutuhkan oleh umat Islam,” paparnya.

 

Menurutnya, strategi yang diambil oleh kedua Capres dalam menetapkan Cawapres merupakan konteks yang tepat dengan pencitraan yang seimbang. “Bisa kita lihat bagaimana peran Ma’ruf dengan umat Islam dan Sandiaga sendiri secara tidak langsung telah menyatu dengan pendukung anti Ahok,” lanjutnya.

 

Di lain sisi, Abrar menilai masing-masing kubu memiliki kelemahan tersendiri, masyarakat telah bisa menilai bagaimana kinerja Jokowi selama menjadi Presiden dan masyarakat masih mempertanyakan bagaimana bentuk masa silam dari Prabowo. “Ini menarik untuk kita simak, bentuk sepak terjang dari Pilpres 2019,” tutupnya. (Laa)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait