Berita Salingka Kampus


Kuliah di Lokal Darurat, Mahasiswa Mengeluh

Salingka Kampus | Jumat, 05/10/2018 19:45 WIB | Riga Firdaus Asril

Sejak satu semester lalu, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama melakuka

Suarakampus.com- Sejak satu semester lalu, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama melakukan  proses belajar mengajar menggunakan aula lantai tiga milik fakultasnya. Sejak itu mahasiswa Ushuluddin merasa tidak nyaman dalam mengikuti perkuliahan.


Aula Ushuluddin memiliki luas sekitar  10x15 meter dan dibagi menjadi empat lokal dengan nomor lokal 15, 16,17,dan 18. Antara satu lokal dengan lokal lainnya dibatasi dengan triplek setinggi dua meter.

Dekan Fakultas Ushuluddin Widia Fhitri mengatakan perkuliahan di aula hanya sementara karena gedung Ushuluddin (bekas gedung rektorat) dipakai oleh Fakultas Dakwah yang gedungnya sedang direnovasi. Ia berharap agar mahasiswa fakultas Ushuluddin dapat bersabar karena dalam tahun ini fakultas juga tidak menambah gedung perkuliahan baru.


“Kita sabar hingga rampungnya renovasi gedung Fakultas Dakwah,” ujar Widia.


Ketidaknyaman tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, melainkan juga dosen. Reza Fahmi dosen Psikologi Islam mengatakan perihal ini sudah sering dibicarakan dalam rapat dosen dan telah disampaikan kepada pimpinan fakultas. Namun hingga sekarang belum juga ada perubahan.


“Kelas yang sudah didinding tembok permanen pun, perkuliahan masih tidak efektif, apalagi hanya dibatasi dengan tripleks,” ujar Reza.


Mahasiswa Prodi Aqidah Filsafat Islam AA (inisial) mengatakan prosesi perkuliahan di aula tidak efektif. Pasalnya, suara-suara dari kelas sebelah jelas terdengar di kelasnya. Akibatnya, mahasiswa sulit untuk fokus mendengarkan penjelasan dosen.


“Fokus belajar sangat terganggu,” katanya.


Ia berharap pihak fakultas memahami apa yang dirasakan mahasiswa Ushuluddin dan tanggap  mencarikan solusi agar mahasiswa dapat menerima materi dengan baik. “Seharusnya dengan naiknya uang kuliah, fasilitas juga harus dibenahi," katanya. (Sdq)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: