Berita Salingka Kampus


Uki Sukiman: Ayo Lesapkan Kosa Kata Indonesia ke Kamus Arab

Salingka Kampus | Rabu, 10/10/2018 11:42 WIB | Muhammad Nasir

Suarakampus.com- “Suatu saat, bisa saja kamus bahasa Arab diisi dengan kosa kata yang berasal dari kebudayaan Indonesia,” kata Dr. Uki Sukiman, Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia katakan itu pada sesi kuliah dosen tamu (visiting lecture) Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) bertajuk Neologi dalam Bahasa Arab, di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (10/10).


Kosa kata bahasa Arab itu selalu berkembang karena keaktifan penuturnya, termasuk dengan tersebarnya pengguna bahasa Arab di penjuru dunia. Secara teoritis, bahasa Arab sendiri menyediakan peluang untuk menyerap bahasa asing. “Itu namanya taulid (Arab) atau neologi,” papar Uki. Neologi, menurutnya, adalah pembentukan istilah baru atau istilah lama dengan makna baru.

 

Karena itu, ia menyarankan agar orang Indonesia jangan malu-malu menyumbang kosa kata yang berasal dari kebudayaan Indonesia ke dalam bahasa Arab. Ini untuk memperkaya kamus Arab. “Jika anda bercakap-cakap dengan orang Arab, misalnya untuk menyebut “durian” sebut saja langsung tanpa perlu diterjemahkan. Durian itu datang dari kebudayaan agraris Indonesia,” kata Uki.

 

Zaman sekarang, kontestasi kebudayaan adalah hal yang lumrah. Uki mencontohkan, android alias telepon pintar, fitur dan bahasa programnya tidak asli kebudayaan Arab, namun bersumber dari banyak kebudayaan. “Ini suatu kemestian, kemajuan teknologi mengharuskan munculnya kosa kata baru, meskipun itu berasal dari bahasa pemograman komputer,” paparnya.


Dalam penyampaiannya, Uki juga menyajikan data bahwa penggunaan kosa kata Arab dari kebudayaan Indonesia sangat banyak. Ia mencontohkan beberapa kosa kata yang digunakan majalah “Alo Indonesia”. Sangat terasa Indonesia. Majalah tersebut berkontibusi besar melesapkan kosa kata yang berasal dari kebudayaan Indonesia. “Silakan lihat nanti, di majalah itu ada terjemahan Arab untuk istilah “antar kota antar propinsi (AKAP)” itu sangat Indonesia. Tak ada istilah itu dalam kebudayaan Arab,” terangnya.

 

Tentang neologi sendiri, prosesnya, kata Uki bukanlah hal yang sulit. Paling tidak ada lima belas kaidah atau pola penerjemahan kata asing ke dalam bahasa Arab. “Pedomani saja itu, amanlah. Sah dia jadi kosa kata Arab!” tegasnya.


Tugas anak-nak BSA-lah nantinya menggencarkan penulisan dalam bahasa Arab dengan menyertakan kosa kata bahasa Arab yang berasal dari khazanah Nusantara, bukan tidak mungkin istilah “tidak apa-apa” menjadi la maaza-maaza," demikian saran Uki.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: