Berita Kota Padang


Di Acara Bedah Buku Ma'ruf Amin, WR III UIN IB: Kita Ada Kesalahan Teknis

Kota Padang | Jumat, 08/02/2019 15:15 WIB | Fitrah Al Sidiq

Suarakampus.com- Batal diskusi ilmiah ke UIN Imam Bonjol Padang, KH. Ma'ruf Amin

Suarakampus.com- Batal diskusi ilmiah ke UIN Imam Bonjol Padang, KH. Ma'ruf Amin yang juga cawapres nomor urut 01 mengganti agenda itu dengan menggelar acara bedah buku 'The Ma'ruf Amin Way' di Hotel Grand Inna Muara Padang, Jumat (08/03).


Ma'ruf Amin hadir pukul 09:45 WIB bersama Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim. Hadir dalam acara ini ratusan peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti akademisi, tokoh agama dan masyarakat, lainnya termasuk civitasUIN Imam Bonjol Padang.


Sebelum bedah buku dimulai, Ma’ruf Amin memberikan buku ‘The Ma'ruf Amin Way’ dan sorban kepada 13 orang dari berbagai unsur diantaranya unsur perguruan tinggi serta tokoh agama dan akademisi.


Ketua MUI yang sedang nonaktif itu menyebutkan buku tersebut menjelaskan tentang keadilan, keumatan, dan kedaulatan. Buku tersebut juga menjelaskan tentang ekonomi yang bersyariah. “Pembangun ekonomi yang bersyariah, berkeadilan. Juga keumatan sehingga perekonomian datang dari bawah atau umat. Juga kedaulatan sehingga kita mampu berdiri sendiri dan bersaing,” katanya.


Sebelumnya, acara di UIN batal setelah Bawaslu Kota Padang menyurati pihak kampus UIN IB agar tidak menggunakan tempat pendidikan sebagai sarana kampanye pemilihan umum tahun 2019. Dalam surat itu, pelanggaran atas aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana menurut ketentuan pasal 251 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.


Kesepakatan antara UIN IB dengan pihak Ma’ruf Amin tersebut disepakati murni terkait akademisi atau keilmuan. Namun, karena kunjungan Ma’ruf Amin ke Sumbar dalam rangka kampanye maka acara itu membawa konflik tersendiri.


“Kegiatan kita murni ilmiah sebenarnya, jadi ada kesalahan teknis maka dibatalkan,” kata Ikhwan saat diwawancarai di Grand Inna Padang.


“Di sini (Hotel Grand Inna) acaranya bukan kita lagi panitianya tetapi kita hadir karena kitalah awalnya tuan rumah. Masa sih sudah batal di tempat kita, kita tidak hadir pula,” ujarnya.


Persoalan pemilu, Ikhwan menegaskan kampus memang harus hati-hati menempatkan posisi. Ia menyebut kampus tidak boleh pro dan anti ke salah satu pasangan. “Jadi di UIN harus kita arahkan kepada netralitas atau keseimbangan,” katanya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
• Berita Lainnya