Berita Salingka Kampus


LBH Kota Padang Kecam Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Mahasiswa

Salingka Kampus | Kamis, 12/09/2019 03:42 WIB | Alif Ilham Fajriadi

LBH Kota Padang Kecam Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Mahasiswa

Suarakampus.com- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Padang mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap Mahasiswa UIN Imam Bonjol yang melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (11/09) kemarin. Aparat kepolisian semestinya hadir untuk melindungi hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

 

Dalam Siaran Pers Nomor: 18/S-Pers/ LBH-PDG/IX/2019 yang dikeluarkan oleh LBH Kota Padang tertulis jumlah personil kepolisian yang diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa berjumlah 40 personil, yang berasal dari Polresta Kota Padang, Polsek Kuranji dan Polsek Padang Timur.

 

Aksi unjuk rasa awalnya berjalan damai, kemudian situasi memanas dipicu oleh pelemparan botol minuman oleh petugas keamanan dan perkataan tidak pantas dari aparat kepolisian kepada massa aksi.

 

Salah seorang mahasiswa yang mengalami tindakan represif, Muhammad Jalali menuturkan bahwa ia mendapatkan beberapa luka di bahu kanan dan kepalanya. "Untuk tindakan yang dilakukan polisi tadi, saya mendapatkan luka di bahu kanan dan kepala di bagian atas telinga," tuturnya kepada tim suarakampus.com, Kamis (12/09).

 

Jalal menjelaskan bahwa ia juga mendapatkan pukulan dan tendangan di tubuhnya. "Saya juga mendapatkan pukulan dan tendangan, kawan-kawan yang lain juga ada mendapatkan itu," jelasnya via Whatsapp.

 

LBH Kota Padang menyesali tindakan aparat kepolisian, sejatinya kehadiran aparat kepolisian adalah untuk menjamin dan memastikan terpenuhinya hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Karena telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di depan umum.

 

Menanggapi hal tersebut, selaku petugas keamanan UIN Imam Bonjol, Fendra mengatakan bahwa pelemparan botol dimulai oleh mahasiswa terlebih dahulu dan mengenai aparat kepolisian beserta petugas keamanan. "Botol itu dilemparkan dulu kepada kami, bukan kami yang memulainya dulu," tuturnya.

 

"Salah satu dada petugas keamanan terkena botol yang dilempar mahasiswa, karena sakit, ia membalas melemparkannya kembali kepada mahasiswa," jelasnya saat diwawancarai tim suarakampus.com di ruangannya. (ann)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait