Berita Salingka Kampus


Senat Adakan Rapat Bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus

Salingka Kampus | Jumat, 13/09/2019 22:13 WIB | Nuraini

Senat Adakan Rapat Bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus

Suarakampus.com – Pasca tiga hari aksi demo (10-12/09), senat lakukan rapat bersama 12 perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus di Aula lantai 3 Gedung Rektorat UIN Imam Bonjol Padang, Jumat (13/09).


Rapat dihadiri oleh anggota senat, dosen, dekan fakultas dan 12 perwakilan mahasiswa di antaranya Muhammad Jalali sebagai koordinator aksi, Afrizal Nasution, Patria, Maddan Rambe, Elfi Mahendra, M. Ikhsan, Tira Mardianti, Espe Raiful, dan Tomi Afriansyah.


Rapat dibuka oleh ketua senator, Shaifullah. Ia mengatakan bahwa pada rapat ini semua perwakilan mahasiswa bebas menyampaikan semua aspirasi. “Berbicaralah dengan terbuka tanpa ada yang ditutupi,” katanya.


“Kami akan mendengar, membicarakan, dan mencari jalan keluarnya selama yang disampaikan itu benar,” tambah ketua senator itu.


Muhammad Jalali menjelaskan isu yang beredar mengenai aksi yang dicampuri oleh pihak ketiga. “Aksi ini murni dari keresahan mahasiswa,” jelas Jalal.


Ia juga membacakan 13 tuntutan secara jelas, salah satunya fasilitas. “Ibu dan bapak mainlah ke kelas, pasti malu, masa iya kursi ada umurnya 21 tahun,” katanya.


Aspirasi Tambahan

Selanjutnya, semua perwakilan mahasiswa menyampaikan masing-masing aspirasi dan didengarkan oleh anggota senat dengan seksama.


Di antaranya mengenai parkir saat acara wisuda. “Saat wisuda ada preman meminta bayaran parkir, kasihan keluarga wisudawan yang hadir,” sampai salah satu perwakilan.


Sedangkan Tira menyampaikan bahwa baik perpustakaan institut dan fakultas tidak menyediakan buku dengan lengkap. “Bahkan jika dipinjam tidak bisa karena bukunya terbatas,” sampainya.


Aspirasi lainnya yaitu agar senat mengecam dosen atau wakil dekan yang melarang mahasiswanya mengikuti aksi. “Mahasiswa bebas menyampaikan haknya,” jelas Afrizal Nasution.


Jalal juga menambahkan agar keamanan kampus lebih ketatkan. “Seperti beberapa waktu lalu mahasiswa Fakultas Adab kehilangan motor,” ujar dia.


Di lanjutkan olehnya untuk meniadakan ongkos bagi mahasiswa Fakultas Ekonomis Bisnis Islam yang menggunakan bus. “Kami tidak mau mendengar teman-teman kami tidak kuliah karena tidak ada ongkos,” lanjutnya.

 

Tanggapan Senator

Setelah mendengarkan semua aspirasi mahasiswa, Shaifullah belum dapat memastikan kapan hasil akan dirilis. “Kalau seperti yang diusulkan oleh Pak Duski seminggu, jika tidak ada maka mahasiswa bisa menagihnya,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, Ia menjelaskan bahwa rapat senat dan pimpinan tidak bisa dilaksanakan di depan mahasiswa. “Mari kita saling mempercayai, semua tuntutan mahasiswa akan kami perjuangkan,” akhirnya. (ann) 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait