Berita Salingka Kampus


Pasal Penghinaan Presiden dalam RUU KUHP Harus Dikaji Ulang

Salingka Kampus | Rabu, 18/09/2019 23:50 WIB | Noura Arifin (mg)

Suarakampus.com- Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) telah rampung dan segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam rancangan tersebut terdapat pasal-pasal yang mengatur tentang pemidanaan atas tuduhan penghinaan presiden, Rabu (18/09).



Menanggapi hal demikian, Taufik Hidayat Dosen Hukum Pidana UIN Imam Bonjol (IB) Padang menyambut baik rencana DPR mengesahkan RUU KUHP. "Revisi yang dilakukan merupakan pembaruan dan untuk melepas bayang kolonial Belanda dalam hukum Indonesia," tuturnya kepada suarakampus.com.

 


Terkait pasal penghinaan presiden, Taufik mengatakan sebaiknya DPR mengkaji ulang tentang defenisi dan batasan-batasan antara  penghinaan dan kritikan. "Jangan sampai pasal tentang penghinaan terhadap presiden ini membuat kepala pemerintahan kebal dari kritikan," katanya.

 


Semestinya, menurut Taufik RUU KUHP dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bukan sebaliknya. "Sebenarnya kritikan kepada pemerintah itu adalah bagian dari demokrasi, yang tidak boleh adalah menyerang personalnya," tutup Taufik.

 


Ditemui di tempat terpisah, Naufal Ash Siddiq selaku Wali Emperan Unit Kegitan Mahasiswa selingkup UIN IB Padang mengatakan pasal penghinaan presiden dalam RUU KUHP akan berdampak pada kebebasan berpikir dan berpendapat. "Indonesia adalah negara demokrasi, jika pasal ini disahkan maka demokrasi kita mengalami kemunduran," tegasnya.

 


Naufal berharap DPR dapat meninjau kembali tentang pasal penghinaan presiden sebelum disahkan. "Pemerintah semestinya memberi ruang bagi masyarakat terutama mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah, jangan sampai pemerintah membungkam kritikan," harapnya. (Rga)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait