Berita Sumatera Barat


Seratus Tokoh Minangkabau Dialog Membangun Nagari

Sumatera Barat | Minggu, 29/09/2019 20:07 WIB | Tari Pradillia Cindy

Seratus Tokoh Minangkabau Dialog Membangun Nagari

 

Suarakampus.com- Whatsapp Grup TOP 100 gelar seminar bertema Konsep dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau untuk Sumbar ke depan, seminar sekaligus dialog ini diadakan di Pangerah Beach Hotel, Minggu (29/09).
Seminar ini dihadiri oleh tokoh Minangkabau yang ahli dalam bidang masing-masing, mulai dari pejabat, pebisnis, bankir, seniman, budayawan, sastrawan hingga jurnalis.
Dalam seminar ini membahas hal yang mencakup ekonomi, pemerintahan, hukum hingga pariwisata.
Setiap ahli menyampaikan tentang masalah yang sedang dihadapi Sumbar saat ini, lalu mengemukakan pendapat serta ide untuk pembangunan atau perencanaan Sumbar ke depannya. 
Salah satunya yang disampaikan oleh Nursyirwan Effendi Guru Besar Ilmu Sosiologi dan Antropologi Universitas Andalas (Unand), ia menyampaikan bahwa konsep pembangunan pada nagari harus lebih diperkuat.
"Pada sisi sosial, tatanan dari bawah harus dikembalikan atau dikuatkan lagi," jelasnya.
Selanjutnya Sari Lenggogeni menjelaskan mengenai masalah ekosistem di bidang pariwisata, "Kurangnya dukungan dari pemerintah atau sosialisasi mengenai pengelolaan pariwisata kepada masyarakat setempat, membuat ekosistem di sana bermasalah" jelas pakar Pariwisata Unand itu.
Di akhir seminar ditutup oleh penjelasan Mas’oed Abidin, ia menuturkan bahwa memimpin Sumbar memerlukan tiga sikap yaitu memahami Sumbar, mengetahui potensi yang bisa diolah, dan mengembangkan apa yang kita punya.
"Dalam membangun, Pemerintah Sumbar harus mendorong dan mengeyomi, supaya terealisasi semua yang kita inginkan" tutup pria yang akrab disapa Buya itu. 

Suarakampus.com- Whatsapp Grup TOP 100 gelar seminar bertema Konsep dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau untuk Sumbar ke depan, seminar sekaligus dialog ini diadakan di Pangerah Beach Hotel, Minggu (29/09).

 

Seminar ini dihadiri oleh tokoh Minangkabau yang ahli dalam bidang masing-masing, mulai dari pejabat, pebisnis, bankir, seniman, budayawan, sastrawan hingga jurnalis.

Dalam seminar ini membahas hal yang mencakup ekonomi, pemerintahan, hukum hingga pariwisata.

Setiap ahli menyampaikan tentang masalah yang sedang dihadapi Sumbar saat ini, lalu mengemukakan pendapat serta ide untuk pembangunan atau perencanaan Sumbar ke depannya. 

Salah satunya yang disampaikan oleh Nursyirwan Effendi Guru Besar Ilmu Sosiologi dan Antropologi Universitas Andalas (Unand), ia menyampaikan bahwa konsep pembangunan pada nagari harus lebih diperkuat.

"Pada sisi sosial, tatanan dari bawah harus dikembalikan atau dikuatkan lagi," jelasnya.

Selanjutnya Sari Lenggogeni menjelaskan mengenai masalah ekosistem di bidang pariwisata, "Kurangnya dukungan dari pemerintah atau sosialisasi mengenai pengelolaan pariwisata kepada masyarakat setempat, membuat ekosistem di sana bermasalah" jelas pakar Pariwisata Unand itu.

Di akhir seminar ditutup oleh penjelasan Mas’oed Abidin, ia menuturkan bahwa memimpin Sumbar memerlukan tiga sikap yaitu memahami Sumbar, mengetahui potensi yang bisa diolah, dan mengembangkan apa yang kita punya.

"Dalam membangun, Pemerintah Sumbar harus mendorong dan mengeyomi, supaya terealisasi semua yang kita inginkan" tutup pria yang akrab disapa Buya itu. (Aii)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait