Berita Sumatera Barat


Refleksi 10 Tahun Gempa Sumbar

Sumatera Barat | Selasa, 01/10/2019 02:55 WIB | Nandito Putra (Mg)

Refleksi 10 Tahun Gempa Sumbar

Suarakampus.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) peringati 10 tahun pasca peristiwa bencana gempa bumi 2009. Kegiatan itu berlangsung di Balroom Hotel Grand Inna Muara dengan bertajuk Refleksi 10 Tahun Gempa Sumbar.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar Alwis mengatakan gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) itu merenggut 1.200 korban jiwa dan lebih kurang 3.000 korban luka-luka dengan kerugian mencapai Rp.4,8 triliun. “Pada saat itu, Sumbar belum tanggap terhadap bencana,” katanya.

 

“Sumbar adalah daerah rawan bencana alam dan itu tidak dapat dipungkiri, yang harus kita lakukan adalah bagaimana menyikapi bencana alam serta meningkatkan keimanan kepada Allah Swt,” tuturnya Senin(30/9).

 

Direktur Peralatan BNPB Rustian menjelaskan harus ada sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat terkait bagaimana caranya untuk tanggap akan bencana. “Untuk meminimalisir kerugian saat bencana datang, masyarakat perlu dibekali dengan kemampuan tanggap bencana,” jelasnya  

 

“Ketika bencana datang, kemampuan pengelolaan sumber daya sangat dibutuhkan, baik itu sumber daya manusia ataupun sumber daya alamnya, kerusakan dan kerugian akan terminimalisir olehnya,” tambahnya di akhir sambutan.

 

Selaku Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menegaskan bahwa bencana bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi harus menjadi tanggung jawab bersama. “Selalu siaga dalam menghadapi segala bahaya bencana,” tegasnya. (Lif)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait