Berita Salingka Kampus


Mapala Alphicanameru Gugah Kesadaran Bahaya Sampah Plastik dalam Rangkaian Ekspo

Salingka Kampus | Kamis, 10/10/2019 15:26 WIB | Rahma Dhoni (mg), Ahmad Fernanda (mg)

Mapala Alphicanameru Gugah Kesadaran Bahaya Sampah Plastik dalam Rangkaian Ekspo

Suarakampus.com- Berbekal botol plastik bekas untuk dijadikan wadah penampungan sampah plastik. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Alphicanameru menampilkan sebuah terobosan dalam rangkaian Ekspo UKM selingkup UIN Imam Bojol (IB) Padang untuk mengurangi bahaya limbah plastik terhadap lingkungan.

 

Ketua Umum Mapala Alphicanameru, Candra Perdana Putra menuturkan aksi yang mereka tampilkan dalam Ekspo bertujuan menggunggah kesadaran lingkungan kepada mahasiswa akan bahaya sampah. "Sampah itu sangat lama untuk bisa terurai, seperti puntung rokok yang baru bisa terurai selama 10 tahun, botol plastik selama 450 tahun dan bungkus makanan yang terbuat dari styrofoam tidak bisa terurai," tutur Candra, Kamis (10/10).

 

Menurut Candra dengan memasukan sampah ke dalam botol plastik bisa mengurangi volume sampah plastik agar tidak bertebaran di lingkungan. "Sampah plastik banyak sekali ditemukan disekitar lingkungan, hal tersebut tentunya dapat menyebabkan terganggunya ekosistem di darat dan di laut," lanjutnya.

 

Candra melanjutkan mahasiswa di lingkungan kampus UIN IB masih banyak yang belum sadar akan bahaya sampah plastik terhadap masa depan lingkungan. "Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menggunakan peralatan yang bisa dipakai ulang, disamping bisa berhemat, bisa juga menjaga lingkungan," lanjutnya.

 

Ahmad Yaser Mahasiswa Ekonomi Islam memberikan apresiasi atas penampilan Mapala Alphicanameru yang mengingatkan untuk terus menjaga lingkungan. "Kalau ini disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa, maka dampaknya akan dapat mengontrol sampah kecil yang selama ini dianggap sepele," katanya.

 

Berbeda dengan Yaser, Manisa Khailora mahasiswa Perbandingan Mazhab mengatakan bukan mahasiswa yang kurang kesadaran terhadap sampah yang bertebaran di lingkungan kampus, namun menurutnya fasilitas tempat penampungan sampah masih minim. "Saya lihat jumlah tong dan karung sampah tidak bisa mengimbangi jumlah sampah yang diproduksi oleh mahasiswa," tegasnya. (Rga)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait