Berita Salingka Kampus


Mahasiswa UIN IB Gemar Baca Buku Non Fiksi

11 dari 20 Responden Menyukai Bacaan Non Fiksi

Salingka Kampus | Selasa, 05/11/2019 20:36 WIB | Ghafar (Mg), Adli (Mg), Fauzan (Mg)

Mahasiswa UIN IB Gemar Baca Buku Non Fiksi

Suarakampus.com- Berdasarkan respon dari 20 Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, 11 di antaranya memilih untuk menyukai buku pemikiran, filsafat dan pendidikan (non fiksi). Pasalnya buku non fiksi lebih mudah untuk ditemui di perpustakaan kampus.

 

Seperti halnya Muhammad Fauzan, Ia menjelaskan akses untuk mendapatkan buku non fiksi mudah, karena di perpustakaan sangat banyak tersedia dan sudah disusun rapi. “Bukunya telah tersusun rapi sesuai jenis,” jelas Mahasiswa Fakultas Syariah itu.

 

Fauzan mengatakan membaca buku non fiksi dapat menambah wawasan, karena di dalamnya terdapat ilmu yang seleras saat di perkuliahan.“Membacanya membuat kita mendapatkan ilmu, sekaligus bisa untuk mengerjakan tugas perkuliahan,” ucapnya.

 

“Sebagai mahasiswa, kita harus rajin untuk membaca buku non fiksi, karena membantu untuk kelancaran perkuliahan nantinya,” tambah Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga itu.

 

Sama halnya dengan Fauzan, Refaldi Martiaris menuturkan buku non fiksi membuat pikiran mahasiswa menjadi lebih luas. “Membaca buku pemikiran itu membuat daya pikir kita bertambah,” tuturnya saat diwawancarai timsuarakampus, Selasa (06/11).

 

“Dalam mengemukakan pendapat, buku non fiksi yang kita baca bisa membuat kita lebih percaya diri, karena saat berbicara kita memiliki dasar,” ungkap Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara itu.

 

Lain halnya dengan Muhammad Hafiz, Ia lebih menyukai buku dengan genre fiksi, karena menyajikan tulisan yang tidak membosankan. “Bacaan fiksi itu biasanya dengan alur cerita, membuat kita tidak bosan,” tutur mahasiswa yang akrab disapa Hafiz itu.

 

Hafiz mengatakan bahwa membaca itu berguna untuk mengisi waktu luang, jadi tidak harus yang berat-berat, ringan saja.“Saya membaca untuk mengisi waktu luang saat perkuliahan, buku fiksi lebih cocok untuk itu,” ucap Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam itu.

 

“Hendaknya bukan buku non fiksi saja di perpustakaan, tapi buku fiksi juga harus ada untuk tambahan bacaan mahasiswa,” harapnya. (Lif)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait