Berita Salingka Kampus


Kuliah Online Belum Efektif, ini Kata Civitas Akademik UIN IB

Salingka Kampus | Selasa, 17/03/2020 21:28 WIB | Hungri(Mg)

Kuliah Online Belum Efektif, ini Kata Civitas Akademik UIN IB

Suarakampus.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang lakukan perkuliahan secara online (E-learning) guna mengantisipasi penyebaran pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan surat keputusan Rektor tentang upaya pencegahan Covid-19, perkuliahan secara online ini akan diberlakukan hingga 31 Maret mendatang.


Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Sastrawan mengatakan, kampus tidak memberikan sosialisasi bagaimana pelaksanaan kuliah online dan tidak menyediakan media penunjang yang efektif. “Kurang efektif karena terlalu terburu-buru dan tidak ada aplikasi penunjang seperti di kampus lain, saya memahami itu,” katanya.


Senada dengan Sastrawan, Era Mila mengatakan bahwa perkuliahan online tidak efektif karena materi yang disampaikan tidak maksimal, kata dia, mahasiswa tidak bisa fokus dalam perkuliahan jarak jauh. “Bagaiamana mau efektif, dosen kasih materi lewat WhatsApp, sedangkan mahasiswa sibuk dengan yang lainnya,” sebut Mahasiswi Hukum Tata Negara itu saat ditanyai oleh tim suarakampus.com


“Saya kira materinya disampaikan melalui video call, jadi kelihatan siapa yang serius dan tidaktambah Era.


Dosen FDIK, Nazirman menyebutkan, untuk keadaan saat ini perkuliahan online efektif dilakukan guna mencegah penyebaran Covid -19, kata dia, dosen dan mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif memanfaatkan teknologi. “Bagusnya perkuliahan tatap muka, karena keadaan mendesak, ya kita harus adaptasi dengan keadaan,” katanya.


 “Dengan memanfaatkan media online, tidak ada alasan mahasiswa tidak kuliah dan tidak membuat tugas,” tambah Nazirman.


Menanggapi hal ini, Wakil Dekan I Bidang Akademik FDIK, Sarwan mengatakan bahwa perkuliahan online memang harus dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19, menurutnya, mekanisme UIN IB lah yang belum siap, sehingga menjadikan perkuliahan jarak jauh ini tidak berjalan efektif.


“Dibandingkan tatap muka, memang tidak ekfektif, dan kita tidak memiliki sistem e-learning seperti perguruan tinggi lainnya,” kata Sarwan saat diwawancarai wartawan suarakampus.com di ruangannya, Selasa (17/03).


Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Yasrul Huda menyebutkan Covid-19  memaksa civitas akademik mengubah budaya belajar menjadi lebih merdeka, kata dia, hal ini baik untuk beradaptasi menggunakan teknologi dalam pembelajaran yang selama ini dinilai kuno. “Ini baik, memaksa kita menggunakan IT, dan itu memudahkan,” sebut dosen yang akrab dipanggil Udo itu.


Ia menambahkan, kondisi ini dapat melihat bagaimana kompetensi civitas akademik UIN IB dalam memanfaatkan teknologi. “Kita bisa lihat siapa dosen dan mahasiswa yang tidak adaptif dengan teknologi pembelajaran terkini, inilah sisi baik adanya Covid-19,” tandasnya. (Ndt)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



Suarakampus