Berita Salingka Kampus


Akademik Umumkan Penerima Pemotongan UKT pada Agustus Mendatang

Salingka Kampus | Kamis, 06/08/2020 00:34 WIB | Hungri Somi Julita (Mg), Firga (Mg)

Suarakampus.com-Mahasiswa yang berhak memperoleh Pengurangan Uang Kuliah (UKT) sebesar 15 persen akan diumukan pada (10/08) mendatang. Pengurangan besaran UKT tersebut diatur dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Nomor  966/2020 tentang keringanan UKT atas dampak pandemi covid-19.

 

Seperti yang tercantum pada poin ke lima SK tersebut, mahasiswa yang ingin mengajukan pengurangan UKT dapat menyerahkan kartu keluarga (KK) dan surat  keterangan dampak covid-19 bagi perrekonomian dari kelurahan atau wali nagari. Semua berkas yang sudah di-scan dikirim ke email akademik@uinib.ac.id paling lambat diserahkan pada (07/08) mendatang.

 

Kepala Biro Akademik Fifi Hermaini, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi sebelum memutuskan siapa saja yang berhak mendapatkan pengurangan. “Akan diumumkan tanggal 10 Agustus nanti setelah verifikasi data, karena setelah dicek ada beberapa anak PNS yang ikut mengajukan permohonan,” katanya kepada suarkampus.com, Rabu (05/08).

 

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Keuangan Firdaus, mengatakan bahwa pengurangan besaran UKT berlaku bagi seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat seperti yang dicantumkan dalam SK Rektor.

 

“Intinya mahasiswa yang perekonomiannya terdampak. Misal, orang tua meninggal, mengalami PHK, kerugian usaha, penutupan tempat usaha, dan penurunan pendapatan,” katanya.

 

Selain itu, Firdaus mengatakan bahwa pembayaran UKT dapat dicicil dengan dua kali masa pembayaran. “Setengah dibayar pada 10 sampai dengan 31 Agustus, dan sisanya bisa dibayar pada 01 sampai dengan 30 September,” katanya.

 

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Silvia Rahmi, menilai bahwa pengurangan UKT 15 persen tersebut terkesan setengah-setengah. “15 persen itu terlalu sedikit ketimbang dampak yang dialami mahasiswa yang keluaraganya kurang mampu,” katanya.

 

Sementara itu, Mahasiswa Fakultas Syari’ah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa pengurangan UKT 15 persen tersebut tidak akan meringankan beban mahasiswa. “Kok cuma 15 persen, padahal mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus, otomatis pengeluaran kampus juga berkurang, seharusnya lebih dari 15 persenlah,” katanya.

 

“Untuk yang tidak mendapat pengurangan bagaimana? Mereka membayar untuk sesuatu yang tidak mereka pakai, kuliah online, fasilitas kampus tidak digunakan, tapi tetap bayar full,” tandas Mahasiswa Hukum Tata Negara itu. (Ndt)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



Suarakampus