Berita Sumatera Barat


Fasli Djalal : Orang Minang Kering Profesional

Sumatera Barat | Selasa, 24/08/2010 02:34 WIB | Andri El Faruqi

 

Fasli Djalal : Orang Minang Kering Profesional
Sumatera Barat saat ini kering atas keprofesionalismean. Tidak mengedepankan nilai-nilai budaya yang terkandung di Minangkabau, seperti ramah tamah dan santun. Tetapi malah lebih mementingkan upah. Hal diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal beberapa waktu lalu.
"Ini terjadi terhadap pelayanan-pelayanan publik, "ujarnya. Misalnya, kata Fasli, saat ini banyak pasien di Sumatera Barat lari berobat ke rumah sakit luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. 
"Dikarenakan keringnya profesional di Sumatera Barat, mereka tak mengedepankan nilai-nilai budaya," ujarnya.
Padahal, menurut Putra Minang ini, dokter-dokter yang bekerja di RS luar negeri tersebut banyak lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND). "Mereka saja belajar dari kita. Tetapi kenapa kita bisa ditinggalkan, "ujarnya
Fasli mengajak untuk bersama memperbaiki cara pelayanan dan terapkan nilai-nilai budaya dalam melayani, sehingga akan menjadi ciri khas di Sumatera Barat. 
"Saya yakin jika pelayanan ini bisa diperbaiki, publik akan kembali mempercayai kita. Tidak saja di bidang kesehatan, tetapi juga pariwisata dan pendidikan," ujarnya. Ia mengingatkan, ini pekerjaan profesi, bukan sekedar cari gaji untuk kehidupan pribadi saja.

Sumatera Barat saat ini kering atas keprofesionalismean. Tidak mengedepankan nilai-nilai budaya yang terkandung di Minangkabau, seperti ramah tamah dan santun. Tetapi malah lebih mementingkan upah. Hal diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal beberapa waktu lalu.


"Ini terjadi terhadap pelayanan-pelayanan publik, "ujarnya. Misalnya, kata Fasli, saat ini banyak pasien di Sumatera Barat lari berobat ke rumah sakit luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. "Dikarenakan keringnya profesional di Sumatera Barat, mereka tak mengedepankan nilai-nilai budaya," ujarnya.


Padahal, menurut Putra Minang ini, dokter-dokter yang bekerja di RS luar negeri tersebut banyak lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND). "Mereka saja belajar dari kita. Tetapi kenapa kita bisa ditinggalkan, "ujarnya
Fasli mengajak untuk bersama memperbaiki cara pelayanan dan terapkan nilai-nilai budaya dalam melayani, sehingga akan menjadi ciri khas di Sumatera Barat. 


"Saya yakin jika pelayanan ini bisa diperbaiki, publik akan kembali mempercayai kita. Tidak saja di bidang kesehatan, tetapi juga pariwisata dan pendidikan," ujarnya. Ia mengingatkan, ini pekerjaan profesi, bukan sekedar cari gaji untuk kehidupan pribadi saja.

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait