Berita Nasional


Peran Pers dalam Meliput Konflik

Nasional | Selasa, 21/05/2012 21:26 WIB | Ridho Permana

Medan-Suarakampus.com-“Pers itu berhak mengekspresikan dirinya dengan karya-karya yang ia miliki, layaknya seperti demonstran yang berkoar menyampaikan aspirasinya,” ujar Atmakusumah Astraatmadja ketika memberikan materi Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) se-Indonesia yang diselenggarakan LPM Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Selasa (22/05/12).

 

Materi ini dimulai pada pukul 09.00 WIB di Ruangan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan  (P4TK) Jln. Setia Budi, Medan. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) ini berlangsung selama tujuh hari 21-27 Mei 2012.

 

Dalam materinya Atmakusumah menjelaskan, "Pers sangat berperan penting dalam meliput konflik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pers dalam meliput konflik. Di antaranya, mematuhi kode etik yang berlaku, berjalan sesuai undang-undang yang telah ditetapkan, selektif dalam menulis berita, berimbang, adil, nilai-nilai independensi harus dijunjung tinggi," jelasnya.

 

Jika melihat konflik yang terjadi di belahan bumi Indonesia seperti di Papua hendaknya pers bisa jadi penengah terhadap konflik yang terjadi. Kontribusi pers sangat dibutuhkan dalam konflik ini.

 

“Sebenarnya pihak keamanan tidaklah sepatutnya untuk memenjarakan orang yang mengekspesikan dirinya dengan demonstrasi. Jika mereka hanya berkoar menyampaikan inspirasi itu adalah hal yang biasa, tapi ketika mereka telah melanggar hukum seperti membawa senjata api, menggunakan benda tajam maka pihak keamanan baru boleh melakukan tugasnya,” ujar mantan ketua dewan pers ini.

 

Atmakusumah juga menjelaskan ketika kita tidak bisa menerima perbedaan, ras, ideologi, agama, suku, maka kita belum bisa menjadi masyarakat yang rasional. 

 

Lebih lanjut Atmakusumah menjelaskan media pers itu bertujuan ketika insan pers itu menulis karyanya, bermain dengan kata-kata, maka selayaknya kata dibalas dengan kata, tetapi yang harus diingat harus tetap sopan, jangan kasar, dan punya etika.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait
Suarakampus