Berita Salingka Kampus


Posisi Spesial Di Mata Allah SWT

Salingka Kampus | Kamis, 14/06/2012 14:08 WIB | Noris Afria Safitri, Elza Novria, Boby Irawan

Suara Kampus.Com- “Orang yang mengakui kesalahannya sendiri, akan menjadi orang maju (berkembang),” ungkap Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si pada acara sharing dan kuliah umum, di aula Fakultas Ushulluddin, Kamis (14/6).

 

Orang yang imannya betul dan  Istiqamah terhadap apa yang diyakininya, akan mendapatkan posisi spesial di mata Allah SWT, akan diampuni oleh Allah SWT dan akan mendapatkan rezeki yang mulia dari-Nya. Melihat fenomena hari ini, banyak diantara kita yang mencari rezeki yang tidak mulia. Hal ini membuat kita mengalami keguncangan psikologi, sehingga kita sebagai manusia harus tahu bagaimana cara menghadapi hal tersebut.

 

Pemateri dalam acara ini Dr.H. Khoiruddin Bashori, M.si.dari Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Acara ini dalam rangka pembinaan jurusan psikologi islam fakultas ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. 

 

Bushori  membuka kuliah umum dengan cerita pemuda Yogya yang memakai baju kaus oblong. Pemuda tersebut mengapresiasikan sebuah makna ke dalam sebuah tulisan.  Tulisan tersebut bertuliskan  “ is god, online - sure ! if your give conectic,” namun makna yang terdapat dalam tulisan tersebut memiliki makna yang sangat dalam.

 

“Meskipun kita lihat sekilas terlihat agak sedikit nakal, namun ada pesan dan kesan tersimpan disana, yakni  mengenai Allah selalu ada untuk Hamba-Nya. Kasus ini menceritakan bagaimana tentang hati seseorang. Kalau hati kotor, bagaimana biasnya untuk koneksi tentang Allah SWT? Jawabannya, kita harus selalu mencoba untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan melakukan ibadah kepada-Nya.” Ungkapnya.

 

Ia juga menambahkan, ada orang yang berfikir dengan cara terpusat memikirkan satu jawaban dengan tepat (konvergensi) dan  ada juga orang yang berfikir menyebar banyak alternative (divergensi). Masa perkembangan sekarang ini kita membutuhkan kemampuan mengenai pola pikir yang divergensi berfikir kreatif, dan banyak alternatif.

 

Disamping itu, Bashori juga memberikan sebuah kisah tentang mangga. Mangga yang semakin dilukai dan disiksa dengan berbagai cara, akan menghasilkan buah yang lebih baik, produktif, dan lebat. Hal ini menggambarkan,“apabila ada perkataan yang tidak enak tentang kita, hendaklah kita membalasnya dengan kebaikan yang menenangkan hati. 

 

“Apapaun itu yang dialami, supaya betul-betul dan bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun kepada orang lain, jangan sampai apa yang kita pelajari selama ini berbeda dangan apa yang ia amalkan,” tuturnya.

 

Menurut  Khoiruddin, Jika ingin menjadi orang yang bahagia haruslah memiliki  tiga komponen : yang pertama adjimant (prestasi), kedua ansepmant (penerimaan), dan afektion (afek). Di akhir kuliah umum, Khoiruddin berpesan   untuk mengembangkan jurusan Psikologi ini nantinya mendirikan Fakultas Psikologi dengan gabungan dari Psikologi Islam, Konseling Islam (KI) , Fakultas Tarbiyah, dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah .

 

 “Kita semua haruslah bahu-membahu untuk mewujudkan Ilmu Psikologi afektif yang menjadi panutan bagi masyarakat banyak. Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan pembantu dekan III fakultas ushuluddin, dosen selingkungan IAIN IB Padang, dan mahasiswa khususnya mahasiswa Psikologi Agama

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Berita Terkait