Konsultasi Agama


Duski Samad: Balimau Tidak Ada Hubungannya dengan Puasa Ramadhan

Agama | Selasa, 24/06/2014 | Pengasuh : Andika Adi Saputra

Pertanyaan :

Apakah ada hubungan balimau dengan puasa Ramadhan?


Jawaban :

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Sumatera Barat, Duski Samad menegaskan bahwa dalam Islam tidak ada hubungan balimau dengan puasa Ramadhan.


Menurut Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini, "balimau" yang identik dengan mandi di sungai  memakai wangi-wangian tidak salah. Jika memaknai dengan mandi tersebut semua badan menjadi suci tentu akan menjadi masalah. "Mandi dengan memakai berbagai bunga dan limau, serta pewangi yang disiramkan ke rambut, memang membuat tubuh wangi dan Islam menganjur umatnya untuk bersih. Jika dikaitkan dengan puasa, balimau sama sekali tidak memiliki hubungan dalam Islam," ujarnya, Senin (23/06).


"Jika balimau dimaksudkan untuk membersihkan diri serta mendekatkan diri kepada Allah sangat bagus. Tetapi saat ini banyak tindakan balimau bersifat hura-hura dan berakhir mubazir," paparnya.


Duski juga meminta masyarakat, berfikir serta bertindak cerdas menyikapi tradisi "balimau" yang sering menjadi kegiatan masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadhan. "Balimau" merupakan sebuah budaya yang lahir dari cipta rasa dan karsa manusia. "Selagi kegiatan tersebut mengarah kepada kegiatan positif dan tidak menyalahi ajaran agama tidak menjadi masalah. Jika kegiatan tersebut disalah artikan menjadi mandi bersama atau berbuat makasiat maka itu menyalahi aturan agama, kami hanya bisa mengajak masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi kegiatan balimau," ujarnya.


Duski menambahkan, balimau dalam tradisinya dilakukan bertujuan meningkatkan keimanan, membersihkan diri, sebelum puasa Ramadhan. Sekarang, "balimau" banyak dimanfaatkan generasi muda untuk hura-hura sebelum  Ramadhan, contoh mengunjungi sungai, tempat rekreasi, pemandian dan lain-lain. "Tradisi balimau boleh-boleh saja, tapi sewajarnya," pungkas Duski.(YES)





• Konsultasi Terkait
• Konsultasi Lainnya