Life Style Pernak - Pernik


Pendapat Mahasiswi IAIN IB tentang Lelaki Bercelana Pensil

Minggu, 16/09/2012 00:44 WIB | Redaksi

Desmita

Bagi kamu yang punya niat menggandeng mahasiswi IAIN IB, perlu baca dulu laporan ini. Soalnya, kamu bisa tau, gaya berpakaian seperti apa yg disukai mahasiswi IAIN. Dari hasil wawancara kami dengan tujuh orang mahasiswi IAIN IB, ada yang suka dengan “cowok” bercelana pensil dan ada juga yang tidak suka. Penasaran?, dengar pendapat mereka.

.

 

Menurut Febriani, mahasiswa semester tujuh asal payakumbuh ini, cowok memakai celana pensil terlihat “cool”.

 

“Lebih suka lihat cowok pakai celana pensil. Apalagi kalau dipasangkan dengan baju kaos di dalamnya dan kemeja di luarnya. Lalu, kemeja itu di bukak kancingnya,” ujar mahasiswi yang biasa dipanggil Iyan ini.

 

Namun berbeda sekali dengan Martina Nofra, mahasiswa Syariah asal Solok. “Kalau saya tidak suka lihat cowok pakai celana pensil. Karena mengerucut ke bawah. Soalnya kalau cowok tidak punya bodi, jadi tidak pas. Beda dengan cewek.” Ujar cewek yang suka menulis ini.

 

 

Tapi bagi Risa Safitri, mahasiswi semester tiga di Fakultas Dakwah ini setuju saja dengan cowok celana pensil, karena mengikuti perkembangan zaman. Bagi cewek yang biasa dipanggil Ica ini setuju saja asalkan celananya tidak terlalu ketat. “Suka, asalkan pensilnya tidak sampai lengket,” ujar Ica.

 

Ketika ditanya lebih senang lihat cowok pakai celana pensil atau yang biasa, Ica menjawab, “Ica lebih suka lihat cowok pakai celana goyang, lebih berwibawa. Soalnya geli juga lihat cowok celana pensil ketat itu.”

 

Bicara soal ketat, Ririn menanggapinya lebih spesifik lagi. Menurut Ririn, celana pensil yang terlalu ketat tidak baik bagi kesehatan.

 

“Cowok pakai sarawa pensil yang sampiek ka bawah tu, indak lo rancak do. Indak rancak dipandang mato. Dan kalau cowok yang suko pakai sarawa pensil tu indak lo elok untuak kesehatan. Karano, sarawa pensil tu, kan sampiek, jadi indak elok untuak kesehatan laki-laki,” ujar mahasiswi Fakultas Syariah ini.

 

Begitu juga dengan Asmaul Husna, mahasiswi Fakultas Ushuludin ini “geleang-geleang” kepala melihat orang yang pakai celana pensil terlalu ketat dan melorot. “Lebih suka lihat laki-laki pakai celana yang biasa-biasa saja. Tidak masalah pakai jeans, asalkan rapi dan necis,” kata mahasiswi yang pernah juara lomba puisi tingkat Sumbar ini. 

 

Dian Kumala Sari, mahasiswi Fakultas Dakwah lebih suka melihat laki-laki memakai celana dasar (celana goyang). “Biar kelihatan necis dan berwibawa,” ujarnya.

 

Desmita, mahasiswa Fakultas Dakwah, ketika ditanya soal pendapatnya, dia menjawab kalau pria bercelana pensil itu kkarena ikut-ikutan. Lebih lanjut Desmita mengatakan kalau pria yang pakai celana pensil itu tidak paham agama.

 

“Pria yang memakai celana pensil itu tidak paham agama dan ikut-ikutan. Pakai pensil orang, pakai pula kita,” kata Desmita.

 

Jadi, dari sekian mahasiswi yang ditanya, lebih banyak yang suka dengan gaya laki-laki yang biasa saja. Para lelaki kampus Islami, masihkah ingin memakai celana pesil, selain tidak disukai kaum hawa, juga tidak sesuai dengan peraturan kampus.




• Pernak - Pernik Terkait