Life Style Pernak - Pernik


TentangTren Jilbab Banyak Gaya

Selasa, 09/10/2012 18:54 WIB | Indah Permata Sari (Mg)

Jilbab adalah sebuah bagian yang sangat diperhitungkan dalam Islam, terlebih jika berada di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam. Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang contohnya, banyak pandangan bermunculan dari mahasiswa tentang  jilbab dalam tren gayanya. Ingin tau ceritanya, berikut ceritanya.

 

Menurut Nora Maiyantri Masta, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris (IPS) Sejarah,  Saya setuju dengan jilbab banyak gaya. Karena  jilbab gaya membuat  saya terasa berpenampilan beda. Tujuannya agar orang tidak bosan melihat gaya kita yang statis. Namun gaya jilbab model apapun harus tetap sopan. artinya berpenampilan menarik tidak perlu berpakaian terbuka, dengan berjilbab pun kita bisa membuat style baru dan dengan berjilbab pun kita bisa berpenampilan menarik.

 

Senada dengan Uci Yusvita Sari, Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Jurusan Aqidah Filsafat, menyatakan sikap sepahamnya dengan jilbab banyak gaya, “Saya setuju, karena itu inovatif bisa terjadi perubahan sehingga kita tidak monoton. Tujuan agar kita tidak merasa bosan dengan penampilan sendiri.

 

Dini Masita Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan MPI  menyatakan  sikap setujunya, dengan alasan perkembangan zaman.  Menurutnya jilbab itu tidak harus tetap, melainkan gaya jilbab  juga harus berkembang. Gaya jilbab sekarang lebih  terlihat feminim dan muslimah. Tapi ingat satu kata kunci untuk jilbab yakni harus menutupi aurat seorang muslimah.

 

Tak hanya wanita, pria pun juga ikut angkat bicara tentang model gaya jibab seorang wanita. Pertama Nofriando, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan Menajemen Pendidikan Islam. Ia memberikan pernyataan setujutnya, alasan utamanya karena terlihat lebih bagus dan kreatif selain tujuan utamanya adalah untuk menutup aurat seorang wanita.

 

Pendapat berbeda dikemukakan  Taufiq Aulia Rahmat, Mahasiswa Fakultas Syariah  Jurusan Ekonomis Islam, menurutnya memakai jilbab yang utama adalah niat. Memakai jilbab cukup sederhana saja, karena sederhana kunci dari keindahan. Dalil yang dikeluarkan adalah  Al-Qur’an yang menjelaskan untuk mengulurkan jilbab atau kerudung. Menurutnya memakai jilbab itu tidak bermotif dengan kata lain polos, namun tidak transparan, “Memakai jilbab tidak boleh main-main,” ujarnya.

 

Sama  dengan Yaumil Putra, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris IPS Sejarah. Ia tidak setuju dengan gaya-gaya jilbab masa sekarang, karena jilbab itu gunanya adalah untuk menutup aurat, jilbab itu bukan untuk tren-trenan, tetapi fungsinya melambangkan wanita yang soleha.

 

Jilbab dari dahulu sampai sekarang fungsinya hanya satu untuk menutup aurat, bukan untuk bergaya-gaya. Zaman sekarang ini, banyak yang memakai celana jeans yang ketat  sehingga menampakan aurat, tetapi memaki jilbab, walaupun tertutup, namun hanya lapisan saja, dan itu meniru budaya barat. Saya tidak setuju dengan hal tersebut. Karena terkesan main-main dengan agama.




• Pernak - Pernik Terkait