Life Style Pernak - Pernik


Kaos Kata-Kata

Bukan Sekedar Berpakaian

Jumat, 19/09/2014 21:39 WIB | Taufiq Siddiq / Ria Oktaviantina (Mg)

Hari ini, berpakain bukan hanya sebatas media untuk menutup ataupun untuk berpenampilan yang menarik, namun hari ini pakaian terkhusus kaos menjadi salah satu media yang bisa dijadikan sebagai penyampai aspirasi atau pesan komunikasi unik lainnya, dengan berbagai kreativitas yang menarik banyak perhatian.

 

Gaya hidup ini berawal dari pencinta suporter bola yang meungkapkan kecintaannya dengan memakai koas yang mengandung pesan dukungannya terhadap klub bola kesayangan, perlahan cara menyampaikan dukungan ini menjamur di sudut tribun lapangan bola dengan gaya kreatif yang berbeda-beda, sampai akhirnya sekarang bentuk dukungan melalui kaos tersebut merambah seluruh ranah, baik dari sosial, jurnalis bahkan ranah dunia politik.

 

Pesan yang disampaiakn bukan hanya dalam bentuk dukungan saja, selain itu kaos ini juga dimanfaatkan oleh berbagai kalangan dalam dengan tujuan yang berbeda-beda mulai dari bentuk dukungan seperti yang dilakukan oleh beberapa kalangan untuk Satinah yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi, dengan kaos Save Sakinah berbagai lapisan masyarakat sontak memakai kaos tersebut untuk menyuarakan  penolakan hukuman pancung untuk Tenega Kerja Indonesia (TKI) tersebut.

 

Bukan hanya terhadap Satinah, dari ranah jurnalis kaos dengan pesan untuk keadilan almarhum Udin yang masih misteri tersebut menjadi salah campaign dari para awak pers, selogan Udin Mati Karena Berita kian dibicarakan untuk menuntut keadilan dan kejelasan. Diranah politik, kaos yang mengandung pesan dukungan tersebut sebagai suatu identitas bagi seseorang bahwa ia mendukung ini.

 

Selain menjadi salah satu ajang untuk menyampaikan dukungan di sisi lain, hari-hari besar merupakan salah satu momen yang kaos kata-kata dipakai orang untuk memeriahkannya dengan keunikan tersebut, dengan kata-kata khusus dan sebagainya membuat peringatan hari besar menjadi lebih unik dari cara lainnya.

 

Hari-hari besar tersebut merupakan musim peminat terhadap gaya hidup ini meningkat tinggi baik, seperti perayaan tahun baru, masa liburan dan lebaran. Salah satunya yang menjadi musim yang peminat kaos ini meningkat adalah, saat perayaan hari kemerdekaan, 17 Agustus. Salah satu toko penyedia kaos kata-kata terkemuka di Indonesia yaitu Kementerian Desan Repuplik Indonesia atau yang lebih dikenal KDRI meraih untung 50 persen lebih banyak dari hari biasa pada perayaan kemerdekaan Indonesia ke 69 Tahun. "17 Agustus kemaren kita mengalami lonjakan penjualan dari hari biasanya, lebih dari 50 persen," ungkap Bram kordinator harian KDRI kepada wartawan suarakampus.com.

 

KDRI merupakan salah satu toko yang menjual kaos komunikasi, mengambil genre nasionalisme, lewat kaos KDRI menyampaikan semangat nasionalisme kepada masyarakat luas dengan berbagai desain menarik dan unik. “Kita ngambil aliran nasionalisme, mengkampanyekan semangat nasionalisme,” terangnya.

 

Bram mengatakan, untuk kemerdekaan tahun ini KDRI menawarkan beberapa desain menarik yang berhubungan dengan kemerdekaan, bahan dasar merah dan putih merupakan dasain yang laris 17 Agustus kemarin. “Kalangan anak muda masih jadi pembeli terbanyak untuk kaos KDRI,”terangya.

 

Menyambut 17 Agusutus kemarin, KDRI menyediakan desain menarik dalam memeriahkan kemerdekaan Indonesia mulai dari desain angka 69 yang menandakan usia Repuplik Indonesia, desain Founding Father, Bung Karno dan Bung Hatta yang membakar jiwa perjuangan.

 

Untuk desain KDRI, Bram menjelaskan, 50 persen kaos KDRI itu didesain langsung oleh grafis KDRI sendiri dan 50 persen lagi desain kaos KDRI dari Komunitas KDRI yang langsung berada dibawah naungan KDRI dengan mengadakan lelang desain ataupun sayembara desain. “Desain itu dari kita KDRI dan komunitas KDRI, 50:50, KDRI 50 persen, 50 Komunitas KDRI,” ujarnya.

 

Bram mengungkapkan, usaha kaos komunikatif ini merupakan pasar ekonomi yang tinggi, karena peminat untuk gaya hidup ini sangat tinggi. “Untuk peluang bisnisnya cukup menjanjikan,” guraunya saat dihubungi suarakampus.com, Rabu (20/08).

 

Sejuah ini distro yang berpusat di lantai II Mall Of Indonesi ini KDRI baru membuka cabang Tebet, Jakarta Selatan, Kelapa Gading Jakarta Utara,  Alun-Alun Indonesia Shopping Town serta M.H. Thamrin Serpong Tangerang dan Blok M - Lantai LG. Jakarta Selatan

 

Hal yang serupa juga dikatakan oleh Muhammad Taufik, Dosen Sosiologi Hukum ini berpendapat bahwa hal yang menarik dari gaya hidup ini dari adalah ide pesan dan desain yang ada pada kaos tersebut. “Yang menariknya kita bukan hanya produksi kaos tapi kita juga produksi kata-kata, itu serunya,” ungkapnya saat ditemui suarakampus.com di cafe Syariah, Jumat (26/08).

 

Bagi Taufik sendiri sudah tertarik dunia ini sebelas tahun yang lalu, berawal dari tahun 2003 Ia sudah mempunyai kaos desain sendiri. “Sudah dari 2003 mulai desain-desain kaos,” terangnya.

 

Sejauh ini untuk desain Taufik masih menggunakan jasa rekan-rekannya dalam mendesain kaos, Ia mengaku belum mahir dalam menggunakan aplikasi desain. “Desain saya cari kawan-kawan yang bisa, karena saya tidak bisa menggunakan program desain, photoshop, corel saya tidak bisa,” ujarnya.

 

Namun untuk Ide itu dari Taufik sendiri, terkadang owner kaos kata-kata lainnya meminta ide desain kepadanya. “Kalau idenya dari saya, kadang-kadang pengusaha ide minta carikan ide yang menarik untuknya,” ungkap Taufik.

 

Untuk saat ini Taufik mengaku belum bisa untuk fokus terhadap usaha ini, meski Ia menyadari peluang bisnis yang menjanjikan. “Untuk produksi belum rutin, kadang cetak kadang-kadang tidak dan ini sifatnya masih pribadi,” katanya.

 

Hal yang manarik dari gaya hidup ini, menjadi salah pusat perhatian oleh orang lain karena besifat unik. Seperti yang dirasakan oleh Hadi, salah satu penggemar kaos kata-kata teresbut mengungkapkan, saat memakai baju dengan kata-kata unik tersebut menjadi salah perhatian bagi orang lain. “Tentu orang-orang akan membaca tulisan atau pesan yang ada dalamnya,” katanya.

 

Hadi sendiri berkeinginan untuk menggeluti usaha kaos dengan desain unik tersebut, karena bukan hanya sekedar kecintaan saja, dunia usaha bisnis tersebut juga sebagai acang untuk berkreativitas. “Untuk sekarang mungkin belum, mungkin nanti ingin membuka usaha ini,” harap Hadi.

 

Hadi menambahkan, bukan hanya menarik, ada nilai seni yang membuat pakaian ini beda dari pakaian lainnya. “Seni yang kreatif di kaos itu yang menarik,” ungkapnya.

 

Menurut Hadi, membuat kaos menjadi salah satu wadah untuk berkreativitas merupakan hal yang memiliki kenikmatan yang lain. “Pakaian ini kan ada di semua kalangan dan golongan dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mempunyai dan menikmatinya,” ungkapnya pada suarakampus.com.

 

Memiliki kaos kata-kata dengan desain sendiri  menjadikan motivasi tersendiri bagi Hadi untuk bisa menggeluti bisnis pakaian tersebut. “Desain sendiri itu lebih kreatif dari pada menyontek desain orang lain.

 

Karena disukai itulah, menurut hadi yang menjadi alasan kenapa bisnis ini menjanjikan dan patut untuk digeluti. “Untuk koleksi baju saya belum banyak, saya masih mencari kaos disekitar Kota Padang,” terang mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Imam Bonjol.

 

Berbeda dengan Hadi, Sahrul tidak begitu tertarik untuk mengkoleksi kaos kata-kata, menurutnya ada beberapa kata-kata yang tidak bagus atau tidak sesuai dengan keadaan. “Tergantung desain adn kata-katanya, sebagian memang ada bagus sebagian lainnya tidak seperti kata-kata “Hidup Santai Masa Depan Cerah, itukan pesan-pesan yang tidak baik,” terangnya.




• Pernak - Pernik Terkait